- Alvaro Arbeloa diangkat menjadi caretaker Real Madrid menyusul pemecatan Xabi Alonso pasca kekalahan final Piala Super Spanyol.
- Arbeloa, mantan bek Real Madrid, sebelumnya menangani Real Madrid Castilla sejak Mei 2025.
- Ia kembali ke tim utama pada Januari 2026, menegaskan kepercayaan klub terhadap DNA dan kedisiplinan dirinya.
Dalam periode keduanya di Madrid (2009–2016), Arbeloa memenangkan delapan gelar utama, termasuk LaLiga 2011/2012 dan dua trofi Liga Champions.
Meski lebih dikenal sebagai pemain pekerja keras ketimbang bintang, perannya di ruang ganti dan kedisiplinannya membuatnya sangat dihormati.
Setelah gantung sepatu, Arbeloa kembali ke Real Madrid pada 2020 sebagai pelatih tim U-14. Karier kepelatihannya menanjak dengan cepat.
Dua tahun berselang, ia dipercaya menangani Juvenil A dan mencatatkan hasil kompetitif di UEFA Youth League.
Pada Mei 2025, Arbeloa menggantikan Raúl González sebagai pelatih Real Madrid Castilla. Dengan formasi favorit 4-3-3 menyerang, ia dikenal mengedepankan intensitas, disiplin, dan keberanian memainkan pemain muda.
Kepercayaan klub kepadanya mencapai puncak pada Januari 2026, saat Arbeloa dipromosikan ke tim utama Real Madrid.
Langkah ini menegaskan keyakinan manajemen bahwa DNA klub dan karakter kuat Arbeloa dibutuhkan di tengah situasi sulit.
Kontributor: Adam Ali
Baca Juga: 3 Taktik Pilihan John Herdman untuk Timnas Indonesia, yang Mana Kira-kira?