- Laga Persib kontra Persija dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 akan digelar Minggu, 11 Januari 2026 di GBLA.
- Rivalitas kedua tim mengakibatkan enam suporter meninggal dunia antara tahun 2012 hingga 2018.
- Tiga Bobotoh tewas di GBK (2012), dua Jakmania tewas di Jakarta (2016), dan Haringga tewas di GBLA (2018).
Suara.com - Sore nanti, Minggu 11 Januari 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan dihelat laga tensi tinggi antara kedua tim dengan rekam rivalitas panjang, Persib vs Persija.
Laga Persib Bandung vs Persija Jakarta digelar dalam lanjutan pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026.
Meski laga sore nanti para pendukung setia Persija, Jakmania dilarang hadir di GBLA, ancaman kekerasan kerap membayangi saat kedua tim bertemu.
Atmosfer penuh gengsi di lapangan kerap berubah menjadi ketegangan rawan di luar stadion. Dalam rentang waktu enam tahun, dari 2012 hingga 2018, tak kurang dari enam suporter meregang nyawa.
Tragedi berulang itu meninggalkan luka mendalam di dua kelompok suporter terbesar di Indonesia, Bobotoh dan The Jakmania, sekaligus menjadi pengingat kelam bahwa fanatisme tanpa kendali dapat berubah menjadi petaka, tak ada bola seharga nyawa.
![Ilustrasi kekerasan laga Persib vs Persija [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/01/11/45054-ilustrasi-kekerasan-laga-persib-vs-persija.jpg)
Tiga Bobotoh Tewas di Gelora Bung Karno – 27 Mei 2012
Rentetan kematian pertama yang menyeret rivalitas Persib–Persija terjadi pada 27 Mei 2012.
Laga Persija Jakarta vs Persib Bandung yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) diwarnai ketegangan tinggi sejak sebelum kick-off.
Persaingan antarsuporter sudah lama mencapai titik tidak kondusif, dan mobilisasi massa besar-besaran membuat situasi semakin sulit dikendalikan aparat.
Baca Juga: Laga Persib Bandung vs Persija Dipimpin Wasit Asing, Ini Kata Bojan Hodak
Usai pertandingan, bentrokan pecah di sekitar area stadion dan kawasan publik yang menjadi jalur keluar-masuk penonton.
Dalam kekacauan tersebut, tiga suporter Persib Bandung atau Bobotoh tewas setelah menjadi korban pengeroyokan.
Mereka adalah, Rangga Cipta Nugraha, 22 tahun, Lazuardi, 29 tahun dan Dani Maulana, 17 tahun
Namun dua korban lainnya, Lazuardi dan Dani Maulana, turut tercatat dalam laporan komunitas dan aktivis pendamping suporter pada waktu itu.
Tragedi GBK 2012 menjadi penanda kerasnya rivalitas kedua kubu, sekaligus memunculkan diskusi awal mengenai perlunya pembatasan kehadiran suporter tandang.
Dua Jakmania Tewas di Jakarta – 6 November 2016