- John Herdman memulai pendekatan komunikasi dengan pemain Indonesia sejak Natal 2025 untuk membangun kepercayaan.
- Target utama pelatih asal Inggris ini adalah membawa Timnas Indonesia meraih gelar juara Piala AFF 2026.
- Herdman membuka peluang merekrut pemain diaspora karena relevan untuk meningkatkan daya saing global tim.
Suara.com - Perkenalan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia langsung menghadirkan sejumlah hal menarik. Pelatih asal Inggris itu memberi kesan serius sejak hari pertama.
Salah satu sorotan utama adalah pendekatan komunikasi yang ia lakukan. Herdman mengaku sudah menjalin kontak dengan pemain sejak akhir 2025.
Ia menyebut komunikasi tersebut dimulai sejak momen Natal 2025. Herdman bahkan mengirim pesan langsung kepada pemain dan keluarga mereka.
Ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru menjadi langkah awal membangun kedekatan. Menurut Herdman, hal kecil ini penting untuk menciptakan rasa saling percaya.
Tak berhenti di situ, Herdman juga telah berbicara dengan kelompok inti Timnas Indonesia. Percakapan intens dilakukan dengan kapten dan pemain senior.
Jay Idzes menjadi salah satu pemain yang terlibat dalam komunikasi tersebut. Herdman ingin memastikan arah tim dipahami sejak awal.
Hal menarik kedua adalah keterbukaan Herdman soal target besar. Ia ditugaskan membawa Timnas Indonesia juara Piala AFF 2026.
Target tersebut diakui Herdman sebagai tantangan berat. Namun ia menegaskan siap mengupayakan hasil terbaik.
PSSI mengontrak Herdman selama dua tahun ke depan. Piala AFF 2026 menjadi target utama dalam kontrak tersebut.
Baca Juga: Misi 'Gila' John Herdman: Tambah Naturalisasi Demi Prestasi Timnas Indonesia
Meski demikian, Herdman jujur soal keterbatasan yang akan dihadapi. Ia tidak bisa memanggil seluruh pemain terbaik.
Piala AFF 2026 tidak masuk kalender FIFA. Kondisi ini membuat pemain tier satu dan dua sulit dilepas klub.
Turnamen yang digelar Juli hingga Agustus itu berbenturan dengan agenda klub. Herdman pun harus memutar otak.
Hal ketiga yang menarik adalah pandangannya soal pemain diaspora. Herdman membuka peluang penambahan pemain keturunan.
Filosofi ini terbentuk dari pengalamannya bersama Timnas Kanada. Ia menilai pendekatan tersebut relevan untuk Indonesia.
Menurut Herdman, tim yang ingin bersaing global membutuhkan pemain level atas. Terutama mereka yang bermain di liga top dunia.