-
Persib Bandung memuncaki klasemen paruh musim Super League dengan koleksi total 38 poin.
-
Bojan Hodak fokus pada gelar juara akhir musim daripada sekadar predikat juara sementara.
-
Tim Pangeran Biru bersiap menghadapi jadwal padat liga domestik dan AFC Champions League.
Suara.com - Persib Bandung sukses mengunci posisi puncak klasemen sementara pada pertengahan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League.
Keberhasilan Pangeran Biru menduduki takhta tertinggi ini menjadi modal berharga sebelum memasuki persaingan di putaran kedua.
Meskipun demikian, c selaku juru taktik tim asal Jawa Barat ini tampak tidak ingin jemawa.
Pelatih kawakan tersebut menilai bahwa pencapaian saat ini hanyalah sebuah status formalitas yang bersifat sementara saja.
Baginya, esensi sesungguhnya dari sebuah kompetisi adalah posisi terakhir saat liga benar-benar telah usai dilaksanakan.
Bojan menekankan bahwa euforia sebagai pemimpin klasemen di tengah jalan tidak boleh merusak fokus utama tim.
Sosok asal Kroasia tersebut lebih memprioritaskan konsistensi anak asuhnya hingga mencapai garis finis di bulan Mei mendatang.
Ia menyadari bahwa mempertahankan performa jauh lebih sulit daripada sekadar meraih posisi puncak di awal musim.
Pernyataan tegas ini menunjukkan bahwa mentalitas juara tengah ditanamkan kepada seluruh penggawa Maung Bandung di ruang ganti.
Baca Juga: Komentar Warganet Soal Hadirnya Marc Klok dan Beckham Putra di Perkenalan John Herdman
"Ini baru separuh musim dan kompetisi ini baru akan berakhir pada bulan Mei. Jadi juara di setengah musim liga tidak terlalu penting. Sekarang kami punya beberapa hari jeda sebelum memulai putaran dua," kata Bojan.
Perjalanan menuju podium juara dipastikan tidak akan berjalan mudah bagi klub kebanggaan masyarakat Kota Bandung ini.
Sebanyak 17 pertandingan sisa di putaran kedua akan menjadi ujian konsistensi yang sangat berat bagi Marc Klok dan kawan-kawan.
Bojan memprediksi setiap lawan akan memiliki motivasi berlipat ganda untuk menjatuhkan Persib dari singgasana klasemen sementara saat ini.
Kesiapan fisik dan mental menjadi kunci utama bagi Persib jika ingin tetap berada di jalur perebutan gelar.
Strategi yang matang sedang dipersiapkan oleh tim pelatih guna meredam ambisi tim lawan yang ingin melakukan kudeta posisi.
Tantangan Persib tidak hanya datang dari kompetisi domestik melainkan juga dari panggung internasional yang sangat bergengsi.
Pangeran Biru dijadwalkan akan bertarung di babak 16 besar AFC Champions League (ACL) II musim 2025/2026 mendatang.
Klub tangguh asal Thailand, Ratchaburi FC, sudah menunggu untuk menjadi lawan tanding Persib di babak gugur tersebut.
Kondisi ini memaksa Bojan Hodak untuk pintar dalam melakukan rotasi pemain agar performa tim tidak merosot tajam.
Kepadatan jadwal pertandingan menjadi risiko cedera yang harus diminimalisir melalui manajemen waktu istirahat yang sangat disiplin sekali.
Menyikapi jadwal yang sangat padat, tim pelatih memberikan kompensasi berupa waktu libur singkat bagi seluruh anggota skuad.
Masa rehat ini diharapkan mampu menyegarkan kembali kondisi psikologis pemain setelah melewati ketatnya persaingan di putaran pertama lalu.
Sesuai rencana, latihan intensif akan kembali digelar pada hari Jumat tanggal 16 Januari sebagai awal persiapan teknis.
Persiapan tersebut difokuskan untuk menghadapi tantangan dari PSBS Biak pada laga pekan ke-18 yang digelar Minggu nanti.
Pertandingan melawan PSBS Biak akan menjadi tolok ukur kesiapan Persib dalam mempertahankan konsistensi mereka di puncak klasemen.
Kemenangan pada laga pembuka putaran kedua menjadi harga mati untuk menjaga jarak poin dari para pesaing terdekat.
"Sekarang kami punya waktu dua pekan untuk pemulihan agar pemain bugar sepenuhnya lalu menatap putaran kedua. Karena kami juga masih akan bermain di AFC Champions League Two dan memiliki laga tambahan, mungkin bisa dua atau empat," kata Bojan.
Saat ini Persib Bandung masih memimpin klasemen dengan koleksi total 38 poin yang diraih dari 17 laga.
Keunggulan tipis satu poin atas Borneo FC di peringkat kedua membuat persaingan di papan atas semakin memanas.
Setiap kehilangan poin di putaran kedua bisa berakibat fatal bagi ambisi Persib untuk mengangkat trofi juara musim ini.