Suara.com - Kisah pilu Sudrajat atau Babeh Ajat, seorang kakek penjual es gabus atau es kue yang menjadi korban fitnah dan penganiayaan, baru-baru ini menyita perhatian publik.
Setelah sempat viral karena dituduh menjual es berbahan dasar spons bedak, nasib Sudrajat berubah drastis dari banjir air mata menjadi banjir simpati.
Namun, sebuah momen unik terjadi saat dia bertemu dengan pihak kepolisian untuk menerima bantuan.
Awalnya, Sudrajat mengalami kejadian traumatis saat berjualan di daerah Kemayoran.
Dia dituduh oleh oknum aparat bahwa es kue jualannya terbuat dari spons hanya karena teksturnya yang kenyal.

Tanpa klarifikasi, dia mengalami kekerasan fisik yang sangat membekas.
Dia menceritakan betapa kejamnya perlakuan yang dia terima saat itu,
"Saya ditonjok Pak belakang depan saya ditonjok tanpa meminta klarifikasi ke Bapak dulu," curhatnya saat menjadi bintang tamu salah satu Talkshow TV yang tayang pada 30 Januari 2026.
Tidak hanya itu, dia bahkan dipaksa memakan dagangannya sendiri dan dijejali rokok.
Baca Juga: Klaim Edukasi Berujung Bidikan Propam: Oknum Polisi Kasus Es Gabus Terancam Sidang Etik
Setelah hasil uji laboratorium forensik keluar dan menyatakan bahwa es tersebut 100 persen aman dan layak konsumsi, gelombang dukungan pun mengalir.
Kapolres Depok secara khusus menemui Sudrajat untuk memberikan apresiasi berupa satu unit sepeda motor sebagai bentuk empati atas trauma yang dialami sang kakek.
Namun, dalam suasana tersebut, Sudrajat secara mengejutkan melontarkan permintaan yang membuat publik terheran-heran.
Di hadapan pihak kepolisian, Sudrajat mengaku lebih menginginkan mobil daripada motor.
"Saya mau minta mobil takut mobil jadi minta mobil mobil buat jalan-jalan," ungkapnya secara spontan.