-
Maarten Paes hadir di markas Ajax Amsterdam saat laga melawan Olympiacos di Liga Champions.
-
Kedatangan Paes didampingi pelatih kiper Belanda memperkuat sinyal transfer dari klub FC Dallas.
-
Paes berpotensi menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain di panggung utama Liga Champions Eropa.
Suara.com - Kabar mengenai kepindahan penjaga gawang utama Timnas Indonesia, Maarten Paes, menuju Ajax Amsterdam kini semakin mendekati kenyataan.
Indikasi kuat ini muncul setelah sang pemain terlihat secara langsung berada di Johan Cruijff Arena pada tengah pekan ini.
Momen tersebut terjadi saat raksasa Belanda tersebut menjamu tim tamu asal Yunani, Olympiacos, dalam ajang bergengsi Liga Champions.
Kehadiran sosok kiper yang kini membela FC Dallas tersebut memicu spekulasi besar di kalangan pecinta sepak bola tanah air.
Apalagi kedatangannya ke stadion legendaris tersebut terjadi pada Kamis dini hari waktu Indonesia, bertepatan dengan laga krusial.
Menariknya, dikutip dari akun @futboll.indonesiaa, Maarten Paes tidak hadir sebagai penonton biasa di bangku tribun stadion.
Ia kedapatan sedang duduk berdampingan dengan sosok penting di jajaran kepelatihan nasional Belanda, yakni Patrick Lodewijks.
Pendampingan oleh pelatih kiper Timnas Belanda tersebut memberikan sinyal bahwa ada pembicaraan serius terkait masa depan kariernya.
Keberadaan mereka di area tribun kehormatan seolah menegaskan kedudukan Paes sebagai tamu spesial bagi manajemen klub Ajax Amsterdam.
Baca Juga: Apa yang Bikin Ajax Amsterdam Rekrut Maarten Paes? Ternyata ini Alasannya
Situasi ini dipandang sebagai tahap akhir sebelum proses pengumuman resmi dilakukan oleh pihak klub berjuluk De Godenzonen.
Kepindahan ini kabarnya akan menandai akhir perjalanan karier Maarten Paes di kompetisi sepak bola Amerika Serikat bersama klubnya.
Ajax Amsterdam sangat membutuhkan tenaga baru di sektor pertahanan setelah mengalami performa yang sangat mengecewakan pada musim ini.
Meskipun kedatangan Paes dinantikan, sayangnya Ajax harus menerima kenyataan pahit dalam pertandingan melawan Olympiacos tersebut.
Tim asuhan Francesco Farioli dipaksa menyerah dengan skor tipis yang sekaligus mengubur ambisi mereka di kancah Eropa.
Hasil minor tersebut memastikan langkah klub kebanggaan warga Amsterdam itu terhenti lebih awal tanpa mencicipi babak play-off.
Posisi Ajax di klasemen fase liga benar-benar memprihatinkan setelah mereka menderita enam kekalahan beruntun yang sangat menyakitkan.
Saat ini raksasa Belanda tersebut harus puas terdampar di peringkat ke-32, sebuah pencapaian yang jauh dari ekspektasi publik.
Keterpurukan ini justru menjadi alasan kuat mengapa manajemen klub ingin segera mendaratkan kiper tangguh berusia 27 tahun itu.
Maarten Paes diproyeksikan menjadi pilar utama dalam proyek jangka panjang untuk mengembalikan martabat klub di kasta tertinggi.
Visi besar klub adalah membangun kembali skuad yang kompetitif agar mampu bersaing memperebutkan gelar juara di liga domestik.
Potensi bergabungnya Paes tentu membawa angin segar bagi perkembangan karier pemain sepak bola profesional asal Indonesia di Eropa.
Jika proses transfer ini berjalan lancar, ia akan memikul tanggung jawab besar sebagai tembok terakhir di bawah mistar.
Kembalinya Ajax ke jalur kemenangan musim depan akan menjadi kunci bagi Paes untuk mencatatkan tinta emas dalam sejarah.
Ia berpeluang besar menjadi atlet berpaspor Indonesia pertama yang mendapatkan menit bermain secara reguler di babak utama Liga Champions.
Ekspektasi tinggi kini berada di pundak pemain kelahiran Nijmegen tersebut untuk segera membawa perubahan positif bagi tim barunya.