Pelatih Emil Audero Ngamuk soal Flare: Saya Minta...

Pebriansyah Ariefana

Senin, 02 Februari 2026 | 12:31 WIB
Pelatih Emil Audero Ngamuk soal Flare: Saya Minta...
Emil Audero (Antara)
baca 10 detik
  • Kiper Emil Audero terluka akibat ledakan flare saat laga Cremonese melawan Inter Milan.

  • Davide Nicola merasa ketakutan dan mengecam keras tindakan suporter yang tidak bertanggung jawab.

  • Insiden ledakan petasan tersebut menyebabkan luka fisik pada bagian kaki kanan Emil Audero.

Suara.com - Pertandingan antara Cremonese menjamu Inter Milan diwarnai aksi anarkis yang membahayakan nyawa pemain keturunan Indonesia Emil Audero.

Kejadian bermula saat paruh kedua pertandingan baru saja berjalan beberapa menit di markas kebanggaan Cremonese.

Inter Milan saat itu sudah memegang kendali permainan dengan keunggulan skor dua gol tanpa balas.

Suasana lapangan yang awalnya kondusif mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa bagi seluruh staf pelatih.

Sebuah benda asing terlihat meluncur deras menuju area pertahanan yang dijaga ketat oleh Emil Audero.

Ledakan Flare yang Mengejutkan Davide Nicola

Ledakan keras yang disertai kepulan asap pekat langsung menyelimuti area kotak penalti tim tuan rumah tersebut.

Awalnya para pemain dari kedua kesebelasan tidak menyadari bahwa rekan mereka telah menjadi korban ledakan.

Emil Audero terlihat tersungkur di atas rumput setelah benda yang diduga flare atau petasan itu meledak.

baca juga

Pelatih Cremonese, Davide Nicola, mengakui dirinya sangat terkejut melihat situasi berbahaya yang dialami oleh anak asuhnya.

Ketakutan melanda benak Nicola saat menyadari ada asap membubung tinggi tepat di posisi kipernya berdiri.

Pernyataan Resmi Pelatih Terkait Kondisi Emil

Nicola mengaku tidak melihat secara detail detik-detik awal saat benda tumpul itu menghantam area kotak terlarang.

Pria yang kenyang pengalaman melatih klub kasta menengah Italia ini merasa cemas dengan keselamatan fisik pemainnya.

"Saya cuma lihat bagian terakhir dan takut karena saya pikir dia terkena lemparan, tapi kemudian Emil merasa bisa melanjutkan pertandingan," kata Nicola dilansir dari situs resmi Cremonese.

Meski merasa kesakitan, Emil Audero menunjukkan profesionalisme tinggi dengan tetap memaksakan diri untuk terus bermain di lapangan.

Namun, tim medis segera memberikan perhatian khusus karena adanya luka fisik yang nyata pada tubuh sang kiper.

Kritik Pedas Terhadap Budaya Kekerasan Suporter

Insiden ini memicu kemarahan Nicola terhadap perilaku oknum suporter yang dianggap sangat tidak bertanggung jawab.

Ia menilai bahwa otoritas terkait belum menunjukkan keseriusan dalam memutus rantai kekerasan di dalam stadion bola.

"Ini adalah insiden yang bisa diberantas kalau kita mau, dan saya mengatakan itu terlepas dari siapa yang melakukannya," tegas Nicola.

Sang pelatih menekankan bahwa masalah keamanan seperti ini seharusnya sudah bisa diatasi sejak lama oleh pihak berwenang.

Ketidakjelasan dinamika keamanan stadion menjadi poin krusial yang ia soroti pasca kekalahan menyakitkan dari tim tamu.

Tuntutan Solusi Permanen Untuk Sepak Bola Italia

Nicola berharap ada langkah konkret untuk memperbaiki mentalitas penonton agar kejadian serupa tidak terulang kembali nantinya.

"Beberapa hal terjadi sudah lama, tidak ada yang tahu dinamikanya. Saya minta pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk meningkatkan budaya olahraga dan menemukan solusi masalah ini. Saya tidak bisa menghakimi siapa pun," ucap Nicola.

Luka pada kaki kanan Emil Audero menjadi bukti nyata bahwa stadion belum menjadi tempat aman bagi pemain.

Hingga laga berakhir, skor tetap bertahan 2-0 untuk kemenangan Inter Milan di tengah bayang-bayang insiden flare.

Pihak liga diharapkan segera melakukan investigasi mendalam terkait masuknya benda berbahaya ke dalam area tribun penonton.

Kejadian ini tentu meninggalkan trauma tersendiri bagi skuad Cremonese yang sedang berjuang di kompetisi Liga Italia.

Luka fisik pada kaki Emil Audero menambah daftar panjang kerugian yang harus diterima klub akibat ulah penonton.

Manajemen klub kini menunggu laporan medis lengkap mengenai seberapa parah cedera kaki kanan yang dialami kiper utama.

Keamanan di Stadion Giovanni Zini kini menjadi sorotan tajam dari berbagai media olahraga di seluruh dunia.

Semoga kejadian ini menjadi titik balik bagi perbaikan sistem keamanan dan edukasi suporter di seluruh Italia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sumber: Mauro Zijlstra Dikontrak Persija Jakarta 2,5 Tahun

Sumber: Mauro Zijlstra Dikontrak Persija Jakarta 2,5 Tahun

Bola | Senin, 02 Februari 2026 | 12:12 WIB

Berapa Biaya Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta

Berapa Biaya Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta

Bola | Senin, 02 Februari 2026 | 11:54 WIB

Lama Jadi Isu Kuat, 5 Pemain Keturunan Indonesia Menunggu Naturalisasi Era John Herdman

Lama Jadi Isu Kuat, 5 Pemain Keturunan Indonesia Menunggu Naturalisasi Era John Herdman

Bola | Senin, 02 Februari 2026 | 11:18 WIB

Terkini

Urutan Zodiak dari yang Paling Emosional sampai yang Paling Tenang saat Krisis

Urutan Zodiak dari yang Paling Emosional sampai yang Paling Tenang saat Krisis

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:10 WIB

Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Asal-Usulnya

Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Asal-Usulnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:06 WIB

Luas Karhutla Indonesia Capai 202 Ribu Hektare hingga Juli 2026

Luas Karhutla Indonesia Capai 202 Ribu Hektare hingga Juli 2026

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Aksi peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan di Balai Kota Malang

Aksi peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan di Balai Kota Malang

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Gus Miftah Masuk Kepengurusan PBNU Baru, Ini Misi Strategis di Baliknya

Gus Miftah Masuk Kepengurusan PBNU Baru, Ini Misi Strategis di Baliknya

Entertainment | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 06:21 WIB

Pesta 9 Gol ke Gawang Bangladesh, Indonesia ke Final ASEAN Cup 2026

Pesta 9 Gol ke Gawang Bangladesh, Indonesia ke Final ASEAN Cup 2026

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi hingga Akomodasi

Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Pertamina Siapkan Layanan Energi hingga Akomodasi

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 05:35 WIB

KAI Tuntaskan Penutupan 172 Perlintasan Sebidang

KAI Tuntaskan Penutupan 172 Perlintasan Sebidang

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

×