-
Bojan Hodak resmi menutup aktivitas transfer Persib Bandung untuk musim Super League 2025-2026.
-
Rumor bergabungnya Ragnar Oratmangoen ke Persib dipastikan batal karena kuota asing sudah penuh.
-
Persib saat ini fokus membenahi ketajaman lini depan dengan sebelas pemain asing yang ada.
Suara.com - Spekulasi mengenai kedatangan pemain keturunan Indonesia di Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen, ke pelukan Persib Bandung akhirnya menemui titik terang.
Nama penyerang sayap tersebut mendadak viral di jagat media sosial dan dikaitkan kuat dengan klub berjuluk Maung Bandung.
Publik sempat meyakini bahwa Ragnar akan mengikuti jejak rekannya, Thom Haye dan Eliano Reijnders, untuk berkarir di Indonesia.
Isu ini berkembang pesat seiring dengan kebutuhan tim untuk memperkuat daya gedor di lini depan mereka.
Namun, pelatih kepala Bojan Hodak secara resmi mematahkan segala spekulasi liar yang berkembang di kalangan bobotoh tersebut.
“Menambah pemain? Saya rasa tidak. Saya rasa kami sudah selesai,” kata Hodak Selasa kemarin.
Pernyataan tegas ini memberikan sinyal bahwa aktivitas belanja pemain klub asal Jawa Barat itu telah ditutup.
Ketegasan sang pelatih asal Kroasia tersebut sekaligus mengakhiri rumor ketertarikan tim terhadap Mariano Peralta dari Borneo FC.
Kini fokus utama tim adalah memaksimalkan skuat yang ada untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2025-2026.
Baca Juga: Mauro Zijlstra Tak Otomatis Jadi Pemain Utama Persija Jakarta
Hodak merasa komposisi tim saat ini sudah cukup kompetitif untuk bersaing di papan atas klasemen liga.
Belakangan ini, performa lini serang Persib memang tengah menjadi bahan evaluasi mendalam bagi jajaran tim pelatih.
Maung Bandung tercatat hanya mampu mengamankan poin penuh dengan margin kemenangan tipis dalam tiga laga terakhirnya.
Statistik menunjukkan kemenangan identik 1-0 diraih saat mereka bersua Persija Jakarta, PSBS Biak, dan Persis Solo.
Kurangnya produktivitas gol ini memicu anggapan bahwa sektor depan mereka sedang mengalami masalah dalam penyelesaian akhir.
Nama-nama seperti Uilliam Barros, Andrew Jung, hingga Ramon Tanque dinilai publik masih kurang efektif di depan gawang.