- Said Brkic, pemain keturunan Indonesia, tampil impresif bersama Eintracht Frankfurt U-17 musim 2025/2026.
- Pemain kelahiran Jerman 2010 ini telah mencetak enam gol dan satu assist dalam lima laga kompetisi.
- Brkic memiliki dwikewarganegaraan Jerman dan Indonesia, serta pernah debut membela timnas Jerman U-15.
Suara.com - Said Brkic pemain keturunan Indonesia tunjukkan perfomance luar biasa di musim 2025/2026. Brkic yang merupakan adik Amar Brkic tunjukkan ketajaman bersama Eintracht Frankfurt U-17.
Lahir di Jerman pada 26 September 2010, Said Brkic saat ini berusia 15 tahun dan berposisi utama sebagai winger kiri.
Ia bergabung dengan Eintracht Frankfurt U17 pada 1 Juli 2025 dan terikat kontrak hingga 30 Juni 2027.
Di kompetisi U17 DFB-Nachwuchsliga Grup F musim 2025/2026, performa Said terbilang impresif.
Dari 5 penampilan, ia sudah mencetak 6 gol dan 1 assist, dengan tingkat kontribusi gol mencapai 37 persen, angka yang cukup tinggi untuk pemain seusianya.
Selain winger kiri, Said juga mampu bermain sebagai gelandang kiri dan bek kiri, menunjukkan fleksibilitas yang menjadi nilai tambah di mata pelatih, khususnya John Herdman.
Punya Darah Indonesia
Meski membela Timnas Jerman di level junior, Said Brkic memiliki darah Indonesia dari sang ibu, Diyah Hadiyati, seorang dokter spesialis anak asal Kebumen, Jawa Tengah, yang juga dikenal aktif di komunitas diaspora Indonesia di Jerman.
Sementara ayahnya, Moamer Brkic, merupakan dokter ortopedi berdarah Bosnia-Jerman.
Baca Juga: Hikmah Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta, John Herdman Dapat Keuntungan Besar karena Ini
Dengan latar belakang tersebut, Said tercatat memiliki kewarganegaraan Jerman dan Indonesia, menjadikannya salah satu pemain diaspora yang berpotensi menarik perhatian publik sepak bola Tanah Air.
Beberapa waktu lalu, Said Brkic resmi menjalani debut internasionalnya saat membela Jerman U-15 dalam laga persahabatan melawan Belanda.
Meski Jerman harus mengakui keunggulan Belanda dengan skor 2-3, penampilan Said menjadi catatan penting dalam perjalanan kariernya di level internasional.
Kontributor: Adam Ali