- Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, resmi pindah dari FC Dallas ke Ajax Amsterdam dan bermain di Eredivisie.
- Ajax sedang menghadapi krisis internal, memicu rumor pemecatan pelatih saat ini, Fred Grim, oleh manajemen klub.
- Pengamat Johan Derksen merekomendasikan pelatih Dick Schreuder sebagai solusi ideal untuk mengembalikan stabilitas dan prestasi Ajax.
Suara.com - Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes resmi kembali ke Belanda dan bermain di Eredivisie. Paes pindah ke Ajax Amsterdam dari FC Dallas.
Maarten Paes dikontrak cukup panjang oleh klub Amsterdam tersebut. Menariknya di tengah kehadiran Paes, kondisi internal Ajax justru sedang tidak baik-baik saja.
Sejumlah rumor mencuat soal masa depan pelatih Ajax saat ini, Fred Grim. Rangkaian hasil kurang memuaskan Ajax di Eredivisie membuat Grim bakal dipecat oleh manajemen.
Sebagai penggantinya, eks pelatih Calvin Verdonk dan Eliano Reijnders disarankan untuk gantikan Grim melatih Maarten Paes dkk.
Pengamat sepak bola Belanda, Johan Derksen menilai pelatih NEC Dick Schreuder adalah solusi ideal untuk mengangkat Ajax dari krisis.

Keputusan untuk datangkan pelatih baru di awal musim depan menjadi tugas dirtek Ajax yang baru, Jordi Cruyff.
Ia mendapat tugas utama mencari pelatih jangka panjang yang mampu mengembalikan stabilitas dan prestasi klub.
Johan Derksen punya pandangan berbeda. Dalam podcast Groeten uit Grolloo, ia menilai Ajax tak perlu jauh-jauh mencari pelatih asing dengan biaya mahal.
“Dick Schreuder sudah membuktikan kualitasnya di PEC Zwolle dan sekarang di NEC. Dia saat ini berada satu level di atas pelatih lain di Belanda,” ujar Derksen.
Baca Juga: KUIS: Seberapa Tahu Kamu soal Ragnar Oratmangoen? Dirumorkan ke Persib Bandung
Selama di PEC dan NEC, Dick Schreuder sempat melatih dua penggawa Timnas Indonesia, Eliano Reijnders dan Calvin Verdonk.
Menurutnya, Schreuder adalah figur yang paling realistis dan memahami kultur sepak bola Belanda, termasuk tuntutan tinggi di Ajax.
Derksen menilai merekrut pelatih dari luar negeri berisiko tinggi, terutama dari segi adaptasi budaya dan filosofi bermain. Ia bahkan menyebut Schreuder sebagai sosok yang bisa langsung “menyelamatkan” Ajax.
“Bawa dia ke Ajax, maka masalah besar akan teratasi. Ajax akan jauh lebih diuntungkan dibanding mendatangkan pelatih dari budaya yang sama sekali berbeda,” tegasnya.
Isu ketertarikan Ajax bukan sekadar wacana. Media Belanda, termasuk Het Parool, melaporkan nama Dick Schreuder memang masuk dalam daftar kandidat Ajax.
Schreuder sendiri sempat menanggapi rumor tersebut awal Januari lalu. Ia menegaskan fokus penuh pada NEC, namun tak menutup pintu ambisi di masa depan.