-
Pemain keturunan Timnas Indonesia berbondong-bondong pindah ke Super League karena gaji besar.
-
Pengamat menilai perpindahan dari Eropa ke Indonesia sebagai kemunduran kualitas karier pemain.
-
Kebutuhan menit bermain reguler menjadi alasan kuat pemain diaspora memilih klub lokal.
Suara.com - Fenomena perpindahan besar-besaran pemain keturunan Indonesia ke kompetisi kasta tertinggi Indonesia Super League kini menjadi perbincangan hangat.
Banyak pihak menilai faktor finansial yang kompetitif membuat para pemain tersebut tidak lagi memprioritaskan jenjang karier.
Super League musim 2025/2026 tercatat mulai dihuni oleh banyak wajah baru berlabel pemain nasional Indonesia.
Persija Jakarta baru saja memberikan kejutan dengan meresmikan Mauro Zijlstra pada jendela transfer paruh musim ini.
Kehadiran Mauro menambah daftar panjang pemain elite di skuat Macan Kemayoran yang sebelumnya sudah mengamankan jasa pemain lain.
Shayne Pattynama yang selama ini menjadi pilar pertahanan Timnas Indonesia juga sudah resmi berseragam Persija.
Tidak berhenti di situ, tim kebanggaan warga Jakarta tersebut telah memiliki Jordi Amat sejak bergulirnya awal musim.
Persib Bandung tidak mau ketinggalan dalam memperkuat kedalaman tim dengan mendatangkan trio pemain keturunan berkualitas.
Thom Haye dan Eliano Reijnders sudah lebih dulu mengawali musim bersama Maung Bandung di bawah dukungan bobotoh.
Baca Juga: Punya 21 Caps Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Rp 12,17 Miliar Cetak Gol Bantai Klub Filipina
Paling baru, manajemen Persib kembali memperkuat lini pertahanan mereka dengan meresmikan kedatangan pemain muda Dion Markx.
Dewa United juga menunjukkan ambisinya dengan mengamankan tanda tangan penyerang berbakat yaitu Rafael Struick.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Ivar Jenner kemungkinan besar akan menyusul masuk dalam skuat asuhan Jan Olde Riekerink.
Bali United juga berhasil memikat talenta muda masa depan lini serang Garuda yakni Jens Raven.
Penyerang produktif ini memutuskan untuk meniti kariernya di Indonesia dengan mengenakan jersey kebesaran Serdadu Tridatu.
Tren kepindahan ini memicu reaksi dari berbagai kalangan termasuk pengamat sepak bola senior di tanah air.