Duit Jadi Magnet Pemain Keturunan Timnas Indonesia Hijrah ke Super League Musim Ini

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:14 WIB
Duit Jadi Magnet Pemain Keturunan Timnas Indonesia Hijrah ke Super League Musim Ini
Pemain keturunan Indonesia (Antara)
baca 10 detik
  • Pemain keturunan Timnas Indonesia berbondong-bondong pindah ke Super League karena gaji besar.

  • Pengamat menilai perpindahan dari Eropa ke Indonesia sebagai kemunduran kualitas karier pemain.

  • Kebutuhan menit bermain reguler menjadi alasan kuat pemain diaspora memilih klub lokal.

Kesit Budi Handoyo menyayangkan langkah para pemain diaspora yang memilih bermain di liga domestik Indonesia saat ini.

Beliau memandang bahwa keputusan berpindah ke klub lokal merupakan sebuah langkah mundur bagi perkembangan kualitas individu pemain.

"Kalau mau dikatakan apakah ini jadi kemunduran karier buat mereka, kalau menurut saya, ya suka tidak suka, itu kemunduran buat mereka," kata Kesit kepada Suara.com, Rabu (4/2/2026).

Sebelum memutuskan pindah ke Indonesia, mayoritas dari pemain-pemain tersebut memiliki pengalaman merumput di liga-liga Eropa.

Tercatat hanya Shayne Pattynama yang sebelumnya bermain di Asia Tenggara bersama klub raksasa Thailand, Buriram United.

Secara objektif kualitas kompetisi di negeri gajah putih masih dianggap berada di atas level sepak bola Indonesia.

Perbedaan standar ini menjadi semakin mencolok jika membandingkan liga lokal dengan iklim sepak bola di benua biru.

"Karena level dari kompetisi di mana para pemain diaspora ini saat ini bermain itu kan beda levelnya dengan kompetisi di Indonesia," tegasnya.

Kesit mengingatkan bahwa secara prestasi di level regional saja Indonesia masih tertinggal cukup jauh dari para pesaing.

baca juga

Indonesia dinilai belum mampu menyaingi stabilitas dan kualitas liga yang dimiliki oleh negara seperti Thailand maupun Vietnam.

Kesenjangan kualitas yang lebar antara Eropa dan Indonesia membuat kepindahan ini sulit diterima dari sisi teknis olahraga.

"Kita di ASEAN saja masih kalah sama Thailand, iya kan? Kita masih kalah sama Vietnam. Jadi kalau di Eropa kan kita tahu kualitas kompetisinya memang sudah bagus."

Oleh sebab itu, perpindahan pemain dari luar negeri ke liga domestik dianggap sebagai sebuah degradasi profesionalitas secara kompetitif.

"Kalau kemudian para pemain diaspora Indonesia hijrah bermain di klub-klub Liga Indonesia, ya lagi-lagi menurut saya itu sebuah kemunduran," ia menambahkan.

Faktor jam terbang atau kesempatan bermain yang terbatas di klub lama ditengarai menjadi pemicu utama keputusan mereka.

Banyak dari pemain naturalisasi tersebut memang jarang mendapatkan posisi inti saat masih membela klub-klub di luar negeri.

Tawaran dari kontestan Super League menjadi sangat menarik karena mereka dijanjikan peran sentral dan waktu bermain reguler.

Klub-klub besar di tanah air juga berani merogoh kocek sangat dalam demi bisa mendatangkan pemain berlabel tim nasional.

Investasi besar ini dilakukan bukan hanya untuk urusan teknis di lapangan namun juga demi menaikkan nilai jual klub.

Popularitas pemain diaspora dipercaya mampu mendongkrak aspek komersial dan eksposur tim di mata para sponsor dan penggemar.

Kesit berpendapat bahwa pilihan ini sangat rasional bagi pemain yang ingin menyelamatkan karier dari bangku cadangan.

"Ya daripada menjadi cadangan, kemudian ada tawaran ke klub Indonesia, ya saya pikir itu akhirnya menjadi pilihan mereka," ucapnya.

Aspek ekonomi juga tidak bisa dikesampingkan mengingat nilai kontrak di Indonesia sering kali melampaui gaji di klub sebelumnya.

Keuntungan finansial yang stabil menjadi jaminan bagi masa depan pemain di tengah ketatnya persaingan di level internasional.

"Toh kalau dilihat dari penghasilan mungkin, kontrak dengan klub di Indonesia lebih besar dibandingkan dengan klub asal mereka pada saat ini atau klub yang saat ini mereka huni," tutup Kesit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Pelapis, Mauro Zijlstra Jadi Fondasi Kekuatan Baru Persija Jakarta di Super League

Bukan Sekadar Pelapis, Mauro Zijlstra Jadi Fondasi Kekuatan Baru Persija Jakarta di Super League

Bola | Kamis, 05 Februari 2026 | 07:02 WIB

Persija Jakarta Janji Lepas Mauro Zijlstra Kembali Ke Eropa Jika Ada Tawaran Klub Benua Biru

Persija Jakarta Janji Lepas Mauro Zijlstra Kembali Ke Eropa Jika Ada Tawaran Klub Benua Biru

Bola | Kamis, 05 Februari 2026 | 06:55 WIB

Mauro Zijlstra Resmi ke Persija Jakarta, Bos Sebut Investasi Jangka Panjang untuk Lini Depan Tim

Mauro Zijlstra Resmi ke Persija Jakarta, Bos Sebut Investasi Jangka Panjang untuk Lini Depan Tim

Bola | Kamis, 05 Februari 2026 | 06:31 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×