- Striker muda Jong Genk, Robin Mirisola (19 tahun), merupakan aset berharga Belgia yang ayahnya mantan pemain Perugia dan Spezia.
- Performa Robin meningkat pesat musim 2024/2025, mencetak 6 gol dan 3 assist, menaikkan nilai pasar menjadi 1,8 juta euro.
- KRC Genk mengamankan masa depan Robin dengan perpanjangan kontrak hingga 2030, menepis minat dari klub lain seperti AC Milan.
Suara.com - Robin Mirisola, striker muda Jong Genk disebut-sebut memiliki darah keturunan Indonesia. Usianya baru 19 tahun namun sudah jadi aset berharga untuk klub Belgia, KRC Genk.
Kemampuannya mengolah si kulit bundar ternyata bakat yang diturunkan sang ayah, Marco Mirisola. Marco pernah memperkuat Perugia dan Spezia, dua klub yang dikenal memiliki tradisi kuat di sepak bola Italia.
Dalam sebuah wawancara pada 2023, Robin mengungkapkan bahwa ayahnya berasal dari Genk dan sempat bermain untuk tim muda Waterschei, klub yang memiliki sejarah panjang dan keterkaitan erat dengan KRC Genk saat ini.
“Ayah saya berasal dari Genk. Ia bahkan bermain untuk tim muda Waterschei, sebelum kemudian ikut ibunya pindah ke Sint-Truider,” ujar Robin.
Robin sendiri memulai karier sepak bolanya di Zepperen, Belgia, mengikuti jejak keluarga. Namun faktor emosional membuatnya kembali ke Genk, klub yang sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil.
“Hati saya tetap mencintai Genk. Karena itu saya memilih bermain untuk KRC Genk,” katanya.
Meski namanya ramai dikaitkan dengan Indonesia, klaim bahwa Robin Mirisola memiliki darah Indonesia, khususnya dari sang ibu yang disebut-sebut berasal dari Yogyakarta, belum pernah disampaikan secara langsung oleh Robin.
Di level klub, performa Robin Mirisola menunjukkan perkembangan signifikan.
Pada musim 2024/2025, ia tampil dalam 17 pertandingan dengan total 1.229 menit bermain dan mencatatkan 6 gol serta 3 assist.
Baca Juga: AC Milan Gigit Jari, KRC Genk Berhasil Amankan Aset Striker Keturunan Yogyakarta
Catatan ini meningkat tajam dibanding musim sebelumnya, di mana ia hanya mencetak 4 gol dan 2 assist dari 23 laga.
Bahkan di musim perdananya bersama Jong Genk, Mirisola belum mampu menyumbang gol maupun assist dari 10 penampilan.
Perkembangan pesat tersebut berdampak langsung pada nilai pasarnya yang kini diperkirakan mencapai 1,8 juta euro atau sekitar Rp30 miliar.
KRC Genk pun bergerak cepat mengamankan masa depan sang striker. Robin Mirisola resmi memperpanjang kontrak hingga musim panas 2030, sekaligus menepis ketertarikan AC Milan yang sempat memantau perkembangannya.
Dalam pernyataan resmi klub, Mirisola mengaku bangga bisa terus membela Genk, klub yang sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak usia enam tahun.
“Klub ini berarti segalanya bagi saya. Sejak kecil saya datang ke stadion sebagai suporter dan bermimpi bisa bermain di lapangan,” ujar Mirisola.
Kontributor: Adam Ali