- Indonesia berpotensi menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028, sebuah rencana yang telah dibicarakan sejak tahun 2025.
- Ketua Umum FFI telah berkomunikasi dengan Menpora Erick Thohir mengenai rencana pencalonan ini kepada Presiden FIFA.
- Keberhasilan penyelenggaraan Piala Asia Futsal 2026 menjadi modal, namun masih perlu diskusi lebih lanjut dengan FIFA.
Suara.com - Indonesia berpotensi menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028, namun hingga kini proses pencalonannya masih menunggu perkembangan lebih lanjut, hal ini yang disampaikan Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar.
Michael menjelaskan bahwa komunikasi antara FFI dan pemerintah telah berjalan cukup lama terkait rencana pencalonan Indonesia.
“Kami mau tunggu perkembangannya lagi. Kemarin saya juga sempat bertemu dengan Pak Erick Thohir (Menteri Pemuda dan Olahraga), sudah ada bicara-bicara sekilas,” ujar Michael.
Rencana Indonesia maju sebagai tuan rumah sebenarnya sudah dibicarakan sejak 2025.
Michael menyebut bahwa Ketua Umum PSSI Erick Thohir bahkan telah menyampaikan niat Indonesia kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino.
![Timnas Futsal Indonesia Juara di Hati Masyarakat, Hector Souto: Mental Mereka Luas Biasa! [@timnasfutsal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/08/79776-timnas-futsal-indonesia.jpg)
“Beliau sudah pernah cerita ke saya bahwa hal tersebut sudah disampaikan ke Presiden FIFA, tapi itu kan tahun lalu. Memang kalau Piala Dunia Futsal beda dengan sepak bola, keputusan biasanya tidak diumumkan jauh-jauh hari,” tambahnya.
Pemerintah sebelumnya menegaskan kesiapan Indonesia melalui Menpora Erick Thohir.
Keberhasilan penyelenggaraan Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta pada 27 Januari-7 Februari lalu menjadi modal penting.
Erick menilai pengalaman ini bisa memperkuat peluang Indonesia dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia Futsal.
Baca Juga: Jumlah Followers di IG Meledak! STY Minggir Dulu, Hector Souto Idola Baru Indonesia
Meski demikian, Erick mengingatkan adanya tantangan.
Piala Dunia berpotensi diadakan dua kali berturut-turut di kawasan yang sama jika Indonesia terpilih, sehingga komunikasi lebih lanjut dengan FIFA masih diperlukan.
“Ini hal yang perlu dibicarakan lebih lanjut agar penyelenggaraan berjalan sesuai standar turnamen internasional,” jelasnya. [Antara]