- Timnas Indonesia dijadwalkan menjajal kekuatan Tanjung Verde, kontestan Piala Dunia 2026, pada FIFA Matchday Mei atau Juni 2026.
- Tanjung Verde saat ini menempati peringkat ke-67 FIFA, jauh di atas Indonesia yang berada di urutan ke-122 dunia.
- Laga ini strategis bagi Tanjung Verde karena gaya main Indonesia dinilai mirip dengan calon lawan mereka di Piala Dunia, Arab Saudi.
Suara.com - Timnas Indonesia kembali mendapat kesempatan untuk menjajal kekuatan tim level dunia.
Skuad Garuda dilaporkan akan menghadapi salah satu kontestan Piala Dunia 2026, Tanjung Verde atau Cape Verde pada periode FIFA Matchday Mei atau Juni 2026 mendatang.
Kabar ini sontak memunculkan pertanyaan, seberapa kuat sebenarnya calon lawan tim asuhan John Herdman ini? Jawabannya bisa dilihat dari posisi mereka di ranking FIFA.
Menukil dari laman resmi FIFA, Tanjung Verde ternyata menempati posisi yang sangat terhormat di peringkat dunia.
Negara kepulauan di Afrika ini bertengger di peringkat ke-67 dunia dengan koleksi 1370.49 poin.
Posisi ini menunjukkan perbedaan level yang signifikan jika dibandingkan dengan Timnas Indonesia yang saat ini berada di urutan ke-122.
Bahkan, ranking FIFA Tanjung Verde juga tercatat lebih tinggi daripada Bulgaria, salah satu lawan yang dihadapi Skuad Garuda pada ajang FIFA Series.
Lalu, mengapa tim sekelas peserta Piala Dunia memilih Indonesia sebagai lawan tanding?
Menurut analisis dari akun pengamat data @fmeetsdata, yang pertama kali menghembuskan kabar ini, pemilihan tersebut sangatlah strategis.
Baca Juga: Bikin Merinding! Kiper Iran Ungkap Cerita di Balik Adu Tos-tosan Lawan Timnas Indonesia
Di putaran final Piala Dunia 2026, Tanjung Verde tergabung dalam satu grup bersama raksasa Asia, Arab Saudi.
Tim pelatih mereka disinyalir memandang gaya permainan Timnas Indonesia memiliki kemiripan dengan Arab Saudi, sehingga laga ini dianggap sebagai ajang simulasi yang sempurna.
Bagi Timnas Indonesia sendiri, jika laga ini benar-benar terealisasi, ini akan menjadi tolok ukur yang sangat berharga.
Menghadapi tim dengan ranking puluhan tingkat di atas yang juga berstatus sebagai kontestan Piala Dunia akan menjadi ujian nyata bagi skema dan kekuatan tim di bawah arahan John Herdman, sebelum terjun ke turnamen-turnamen penting berikutnya.