-
PSSI resmi didenda AFC senilai USD 11.000 akibat pelanggaran keamanan Piala Asia Futsal.
-
Arya Sinulingga menegaskan PSSI tidak akan melakukan banding dan menerima sanksi tersebut.
-
Federasi meminta masyarakat memahami bahwa Timnas Futsal berada penuh di bawah naungan PSSI.
Suara.com - Federasi sepak bola tertinggi di Indonesia PSSI baru saja menerima kabar kurang sedap dari pihak konfederasi Asia kepada Timnas Futsal Indonesia.
Keputusan tegas diambil oleh AFC terkait penyelenggaraan turnamen futsal internasional yang baru saja usai di tanah air.
Indonesia sebelumnya dipercaya menjadi tuan rumah ajang bergengsi Piala Asia Futsal 2026 pada awal tahun ini.
Sayangnya, kesuksesan penyelenggaraan tersebut harus ternoda dengan munculnya hukuman finansial yang cukup signifikan bagi federasi.
Arya Sinulingga selaku Anggota Komite Eksekutif PSSI memberikan konfirmasi resmi mengenai adanya sanksi administratif tersebut.
Terdapat tiga poin utama regulasi yang dianggap telah dilanggar oleh pihak panitia pelaksana di Indonesia.
Pelanggaran tersebut berkaitan erat dengan aspek keamanan dan sterilisasi area pertandingan selama turnamen berlangsung di Jakarta.
Laporan resmi menyebutkan adanya individu tanpa identitas resmi yang nekat menyusup ke zona terlarang di stadion.
Selain itu, terdapat insiden seorang suporter yang merangsek masuk ke dalam arena lapangan setelah pertandingan berakhir.
Baca Juga: Dibantai China 0-7, PSSI: Timnas Indonesia U-17 Masih Jauh dari Level Sebenarnya
Hal ini dianggap sebagai kelalaian serius dalam menjaga prosedur keselamatan pemain dan ofisial di area pertandingan.
Akibat rentetan kejadian tersebut, PSSI kini diwajibkan menyetorkan denda total senilai USD 11.000 kepada pihak AFC.
Jika dikonversi ke dalam mata uang lokal, angka tersebut menyentuh nominal ratusan juta rupiah yang harus segera dilunasi.
Berdasarkan surat keputusan per tanggal 1 Februari 2026, federasi memiliki waktu 30 hari untuk menyelesaikan pembayaran.
Meskipun nominalnya cukup besar, pihak PSSI telah mengambil sikap untuk tidak memperpanjang urusan hukum ini.
Federasi memilih untuk patuh pada keputusan tersebut tanpa melakukan upaya keberatan atau langkah banding.