- Regulasi baru BRI Super League membuka peluang kiper impor, namun beberapa kiper lokal tetap bersinar.
- Cahya Supriadi, Ernando Ari, Aqil Savik, Teja Paku Alam, dan Nadeo Argawinata andalan klubnya.
- Teja Paku Alam mencatat 12 nirbobol, sementara Nadeo Argawinata memimpin dengan 79 penyelamatan penting.
Suara.com - Regulasi baru pemain asing di BRI Super League telah membuka keran bagi masuknya penjaga gawang impor.
Namun, di tengah fenomena ini, sejumlah benteng pertahanan lokal tidak hanya bertahan, tetapi justru bersinar terang dan membuktikan bahwa kualitas mereka tak kalah saing untuk menjadi pilihan utama di klub masing-masing.
Berikut adalah lima klub yang masih andalkan penjaga gawang lokal di kompetisi musim 2025/2026.
1. Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta)
Talenta muda berlabel tim nasional ini membuktikan dirinya sebagai salah satu rekrutan terbaik PSIM Yogyakarta.
Di usianya yang baru 22 tahun, Cahya Supriadi langsung menjadi pilihan utama dan tampil memukau.
Dari 18 pertandingan, ia sukses mengukir tujuh kali nirbobol, yang merupakan jumlah terbanyak keempat di liga.
Konsistensinya bisa menjadi tiket emas untuk mencuri perhatian pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
2. Ernando Ari (Persebaya Surabaya)
Status sebagai kiper nomor satu Persebaya Surabaya masih sulit digoyahkan dari tangan Ernando Ari.
Selama tidak dibekap cedera, posisinya di bawah mistar gawang Bajul Ijo hampir tak tergantikan.
Baca Juga: Rahang Lepas dan Leher Patah, Kiper Keturunan Indonesia Dani van den Heuvel Debut Liga Champions
Musim ini, ia telah bermain sebanyak 19 kali, mencatatkan enam cleansheet dan melakukan 68 penyelamatan gemilang, yang menempatkannya di peringkat keempat kiper dengan saves terbanyak.
3. Aqil Savik (Bhayangkara FC)
Mantan andalan Timnas Indonesia U-19 ini sukses merebut kembali posisi utama di Bhayangkara FC.
Sempat menjadi pilihan kedua di tiga laga awal, Aqil Savik kemudian tampil tak tergantikan hingga pekan ke-20.
Dari 17 penampilannya, kiper berusia 27 tahun ini berhasil membukukan enam kali cleansheet, meski catatan kebobolannya masih tergolong tinggi dengan 18 gol.
4. Teja Paku Alam (Persib Bandung)
Tak berlebihan rasanya menempatkan Teja Paku Alam di urutan teratas. Performanya musim ini adalah faktor kunci di balik kesuksesan Persib Bandung merajai klasemen sementara.
Dari 18 laga, Teja sukses mencatatkan 12 kali nirbobol atau cleansheet, jumlah tertinggi di antara semua kiper musim ini.
Gawangnya juga baru kebobolan delapan kali, sebuah catatan fenomenal yang menandai kebangkitannya setelah musim lalu lebih banyak duduk di bangku cadangan.
5. Nadeo Argawinata (Borneo FC)
Konsistensi adalah nama tengah Nadeo Argawinata musim ini. Menjadi pilihan utama yang tak tergantikan di bawah mistar gawang Borneo FC, ia selalu tampil dalam 20 pertandingan Pesut Etam.
Nadeo menjadi mesin penyelamat tim dengan torehan 79 kali saves, yang menempatkannya sebagai kiper dengan penyelamatan terbanyak di liga. Catatan delapan cleansheet-nya juga menjadi yang terbanyak kedua musim ini.