-
John Herdman menghadapi krisis lima pemain inti jelang debutnya di FIFA Series 2026.
-
Sejumlah pemain liga domestik dan luar negeri dipanggil untuk menambal lubang skuad Garuda.
-
Teja Paku Alam dan Eksel Runtukahu menjadi kandidat kuat pengisi pos pemain yang absen.
Suara.com - Ujian berat langsung menyapa John Herdman saat memulai masa baktinya untuk menakhodai Timnas Indonesia.
Agenda FIFA Series 2026 yang berlangsung pada akhir Maret menjadi panggung pembuktian perdana sang pelatih.
Namun, persiapan tim nasional terganggu karena hilangnya sejumlah kekuatan utama dalam komposisi skuad.
Lima pemain yang biasanya menjadi tulang punggung Garuda dipastikan tidak bisa turun ke lapangan.
Kondisi ini memaksa pelatih berkebangsaan Kanada tersebut mencari alternatif pemain dari berbagai kompetisi.
Masalah suspensi menjadi kendala bagi Thom Haye serta Shayne Pattynama untuk tampil membela negara.
Keduanya dijatuhi hukuman larangan bertanding sebanyak lima laga yang sangat merugikan kekuatan tim.
Pukulan telak bertambah setelah tim medis mengonfirmasi kondisi fisik tiga pemain kunci lainnya.
Asnawi Mangkualam, Marselino Ferdinan, dan Dean James harus masuk ruang perawatan akibat cedera.
Baca Juga: Dewa United, Liga Indonesia dan Rencana Besar Ivar Jenner yang Bisa Saja Digagalkan oleh Realita
Kekosongan posisi mereka membuat intensitas latihan harus menyesuaikan dengan ketersediaan personel yang ada.
1. Peluang Emas Kiper Persib Bandung
John Herdman kini mulai memantau talenta yang bersinar di panggung Super League Indonesia.
Nama Teja Paku Alam muncul sebagai kandidat kuat untuk mengawal jala gawang Garuda.
Kiper Persib Bandung tersebut mencatatkan statistik impresif dengan raihan 15 clean sheet musim ini.
Meskipun performanya stabil, Teja tetap harus bersaing dengan kiper berpengalaman seperti Emil Audero.
Nama Maarten Paes juga menjadi kompetitor berat dalam perebutan posisi utama di bawah mistar.
2. Solusi Pertahanan dan Wajah Baru
Sektor bek kiri menjadi perhatian khusus setelah absennya Shayne Pattynama dan juga Dean James.
Tim Geypens yang merumput bersama FC Emmen dinilai sebagai jawaban paling masuk akal saat ini.
Kematangan Geypens di level usia muda dianggap sudah cukup untuk naik kelas ke tim senior.
Selain itu, lini belakang juga berpotensi diperkuat oleh bek anyar Persib Bandung, Dion Markx.
Stabilitas performa Dion sejak awal tahun 2026 memudahkan langkah Herdman untuk segera memanggilnya.
3. Amunisi Segar Lini Serang Indonesia
Kebutuhan akan daya gedor baru membawa nama Eksel Runtukahu masuk ke dalam radar kepelatihan.
Penyerang Persija Jakarta ini memiliki catatan produktivitas yang baik dengan koleksi empat gol musim ini.
Karakter bermain Eksel yang lugas dianggap sangat serasi dengan filosofi permainan intensitas tinggi Herdman.
Pada posisi pengatur serangan, Yano Putra dari PSBS Biak mulai mencuri perhatian staf pelatih.
Visi bermain Yano diharapkan mampu menggantikan peran kreatif yang biasanya diemban oleh Marselino Ferdinan.
4. Fleksibilitas Taktik di FIFA Series
Kehadiran Fajar Fathur Rahman yang kini berseragam Persija Jakarta menambah opsi di area sayap.
Fajar dikenal sebagai pemain yang memiliki stamina tinggi serta mampu bermain di beberapa posisi.
Integrasi para pemain baru ini sangat krusial agar daya saing Indonesia tetap terjaga kuat.
Tantangan bagi Herdman adalah menyatukan chemistry antara pemain lama dan para debutan dalam waktu singkat.
Publik kini menanti komposisi final yang akan dipilih pelatih untuk menghadapi jadwal FIFA Series.