- Hansi Flick, pelatih Barcelona, menekankan tanggung jawab klub mendukung Ronald Araujo yang pulih dari depresi dan kecemasan.
- Araujo berjuang melawan kecemasan selama 1,5 tahun, sementara Flick menyindir pentingnya pelatih lain menjaga pemain lawan.
- Kondisi Araujo memburuk setelah kartu merah versus PSG, dikritik Gundogan dan dieksploitasi oleh instruksi Luis Enrique.
Suara.com - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberi pernyataan terkait kondisi mental Ronald Araujo. Dalam pernyataannya itu, Flick seolah-olah menyindir mantan pelatih Barcelona, Luis Enrique.
Ronald Araujo baru saja kembali ke skuad usai mengambil cuti untuk memulihkan diri dari depresi.
Dalam wawancara terbarunya, Araujo mengaku telah berjuang melawan kecemasan selama sekitar satu setengah tahun sebelum akhirnya kondisinya memburuk dan ia memutuskan rehat.
Menanggapi pengakuan Araujo, Flick menegaskan bahwa seluruh elemen klub wajib memberikan dukungan penuh kepada sang pemain.
“Kami tahu situasi Ronald. Ketika dia terbuka tentang dirinya, semua orang di klub tahu bahwa kami harus mendukungnya. Dia sangat kuat karena untuk berbicara soal ini, Anda harus benar-benar kuat,” ujar Flick dilansir dari Football Espana.
“Ketika Anda melihat satu setengah tahun ke belakang dan mengikuti bagaimana semuanya dimulai, ini tentang kami yang bertanggung jawab atas para pemain. Kami harus menjaga mereka. Pelatih lawan juga harus menjaga semua pemain,” tegasnya.
Flick menambahkan bahwa seorang pelatih harus memikirkan dampak jangka panjang dari setiap pernyataan yang dilontarkan ke publik.
“Sebagai pelatih, Anda harus mengambil tanggung jawab lebih, untuk setiap pemain, bukan hanya milik Anda sendiri. Jangan hanya berpikir tentang apa yang baik untuk diri sendiri,” katanya.
Araujo memang sempat menjadi sorotan tajam usai kartu merah yang diterimanya saat Barcelona menghadapi PSG di Liga Champions, Mei 2024.
Baca Juga: Kontrak di Juventus Tak Jelas, Barcelona Siap Tampung Dusan Vlahovic Asal Mau Potong Gaji
Dalam laga tersebut, kartu merah dini Araujo berujung kekalahan 1-4 Blaugrana dari raksasa Prancis itu.
Setelah pertandingan, gelandang senior Ilkay Gundogan secara terbuka mengkritik keputusan Araujo di lapangan.
Tak berhenti di situ, pada Oktober 2024 dalam dokumenter PSG berjudul “No teneis ni **** idea”, Luis Enrique juga terekam memberi instruksi kepada para pemainnya untuk mengeksploitasi kelemahan Araujo.
“Araujo adalah pemain top, tapi dia yang paling bermasalah dalam membangun serangan dari belakang. Setiap kali dia menerima bola, kita tutup jalur umpan dan kita masuk,” ujar Luis Enrique seperti dikutip La Vanguardia.
Kontributor: Azka Putra