- Direktur Teknik anyar Ajax, Jordi Cruyff, menargetkan kesuksesan segera di bursa transfer musim panas 2026.
- Cruyff menekankan pembenahan skuad harus dilakukan agresif demi segera kembali bersaing memperebutkan gelar juara.
- Ia menuntut Ajax kembali konsisten di papan atas tanpa beralasan mengalami fase transisi atau penundaan hasil.
Suara.com - Dirtek anyar Ajax Amsterdam Jordi Cruyff menjanjikan bahwa klub berjuluk de Godenzonen bakal menggila di bursa transfer musim panas 2026.
Dalam wawancara perdananya bersama Algemeen Dagblad dan ESPN, Jordi Cruyff menegaskan ambisi besar: Ajax harus segera kembali bersaing memperebutkan gelar.
Cruyff menolak gagasan membangun tim secara bertahap dalam jangka panjang. Ia ingin proses pembenahan skuad berjalan cepat dan agresif sejak sekarang.
“Saya ingin langsung menang. Saya bukan tipe yang berkata ‘tiga tahun lagi’. Saya tidak tertarik menunda,” ujarnya kepada ESPN.
Menurut Cruyff, pekerjaan membentuk wajah baru Ajax sudah dimulai. Fokus utama diarahkan pada bursa transfer musim panas 2026.

“Saya sudah bekerja untuk musim panas. Langsung membangun tim agar kami siap menghadapi semua tantangan,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal jelas bahwa Ajax tak akan pasif di pasar transfer. Manajemen disebut siap melakukan langkah strategis demi memperkuat komposisi tim.
Pada penutupan bursa transfer musim dingin 2026, Ajax mendatangkan kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes dari FC Dallas.
Cruyff juga menegaskan bahwa Ajax tidak boleh berlindung di balik dalih fase transisi yang kerap dijadikan pembenaran atas hasil kurang maksimal.
Baca Juga: Hasil Uji Coba: Timnas Indonesia U-17 Kembali Ditekuk China
“Ajax harus kembali konsisten di papan atas. Itu standar klub ini,” katanya.
Baginya, hasil tetap menjadi prioritas utama, sejalan dengan DNA klub yang identik dengan tradisi juara.
Selain kualitas teknis, Cruyff menaruh perhatian besar pada mentalitas pemain dan atmosfer klub.
“Ajax membutuhkan mentalitas pemenang. Dari situlah gelar lahir,” ucap Jordi Cruyff.
“Satu-satunya orang yang bisa gagal mengeksekusi penalti adalah mereka yang berani mengambilnya. Yang lain hanya bisa berkomentar.” ucapnya mengutip pertanyaan sang ayah, Johan cruyff.
Kontributor: M.Faqih