-
Bobotoh diduga memprovokasi fans Ratchaburi FC hingga nyaris bentrok usai laga di Thailand.
-
Media Siam Sport melaporkan ketegangan dipicu oleh aksi provokasi suporter tamu selama laga.
-
Manajemen Ratchaburi FC berlakukan status siaga tinggi jelang leg kedua di Stadion GBLA.
Setelah peluit panjang dibunyikan, kedua kubu dilaporkan bertemu di depan pintu keluar stadion hingga suasana memanas.
"Seusai laga, kedua kelompok suporter berhadapan di area pintu keluar stadion."
3. Intervensi Keamanan Cegah Korban Jiwa
Situasi di lokasi sempat tidak terkendali karena adanya aksi saling dorong di antara massa yang emosional.
"Yang kemudian memicu adu mulut sengit dan sedikit aksi saling dorong di tengah situasi yang sangat tegang dan berpotensi membesar kapan saja."
Beruntung, pihak berwenang setempat bergerak cepat untuk memisahkan kedua kelompok yang bertikai tersebut.
"Beruntung, petugas keamanan segera turun tangan untuk meredam keadaan sehingga tidak ada korban luka serius sebelum kedua pihak akhirnya membubarkan diri," jelasnya.
Meski tidak ada korban luka yang fatal, kejadian ini meninggalkan kekhawatiran besar bagi pihak Ratchaburi FC.
4. Antisipasi Balasan di Tanah Air
Manajemen klub Thailand tersebut langsung merespons serius potensi gesekan susulan pada pertandingan mendatang.
Ratchaburi FC mengeluarkan peringatan keras kepada para pendukungnya yang berniat berangkat menuju Indonesia.
Leg kedua dijadwalkan akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 18 Februari 2026.
Status keamanan kini ditingkatkan menjadi level tertinggi demi keselamatan seluruh elemen tim dari Thailand.
Kekhawatiran muncul mengingat reputasi suporter tuan rumah yang sangat loyal dan militan di kandang sendiri.
5. Peringatan Siaga Tinggi Manajemen Ratchaburi
"Meski demikian, manajemen Ratchaburi FC tidak tinggal diam dan mengeluarkan peringatan 'siaga tingkat tertinggi' kepada para suporter Thailand yang berencana mendukung tim pada leg kedua di Indonesia pada Rabu, 18 Februari 2026," imbuh Siam Sport.
Pihak klub sangat mengkhawatirkan adanya aksi balasan dari suporter lokal akibat kejadian di leg pertama.
"Pihak klub mengkhawatirkan insiden pada leg pertama dapat menjadi pemicu balasan dari suporter tuan rumah di 'Tanah Air Garuda' yang dikenal memiliki militansi tinggi, sehingga mengimbau para pendukung Thailand untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari segala bentuk konfrontasi demi keselamatan," pungkasnya.
Himbauan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko bentrokan fisik yang mungkin terjadi di Kota Bandung nanti.
Hingga saat ini, manajemen Persib Bandung sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang melibatkan suporternya tersebut.
