Profil Ferran Syarif Alinegara, Kiper Keturunan Serang yang Sedang Bersinar di Liga Belanda

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 13 Februari 2026 | 13:49 WIB
Profil Ferran Syarif Alinegara, Kiper Keturunan Serang yang Sedang Bersinar di Liga Belanda
Ferran Syarif Alinegara (nstagram)
baca 10 detik
  • Ferran Syarif Alinegara adalah kiper muda ADO Den Haag yang memiliki darah Serang dan Manado.

  • Ia tetap menjalankan ibadah puasa meskipun harus berlatih dan bertanding di level kompetisi elit.

  • Bakatnya menarik perhatian setelah berhasil membawa timnya promosi ke kasta tertinggi liga remaja.

Banyak yang penasaran dengan asal-usul darah Indonesia yang mengalir deras di dalam tubuh penjaga gawang berbakat ini.

Ferran Syarif diketahui memiliki garis keturunan yang berasal dari wilayah Serang di Banten dan juga Manado.

Ia lahir pada tanggal 24 Januari 2010 di Belanda namun tetap memegang identitas kebudayaan dari kedua orang tuanya.

Status kewarganegaraan ganda yang dimilikinya memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memanggilnya memperkuat tim nasional di masa depan.

Kedua orang tuanya yang merupakan keturunan asli Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap perjalanan karier sepak bola anak mereka.

Langkah besar Ferran dimulai ketika ia memutuskan bergabung dengan akademi ADO Den Haag pada musim panas tahun 2023.

Sebelum berlabuh di klub profesional tersebut ia menimba ilmu di klub amatir HBS Jeugd untuk mengasah kemampuan dasarnya.

Musim 2025/2026 ini tercatat sebagai tahun kedua bagi sang pemain dalam memperkuat lini pertahanan tim muda Den Haag.

Adaptasinya yang sangat cepat membuat ia langsung menjadi pilihan utama pelatih dalam menjaga kesucian gawang timnya sendiri.

baca juga

Pencapaiannya sejauh ini dianggap sangat impresif mengingat ketatnya persaingan untuk mendapatkan tempat utama di liga remaja Belanda.

Salah satu tinta emas yang berhasil ia torehkan adalah membawa timnya naik kasta ke kompetisi divisi teratas.

Keberhasilan promosi ini menjadi bukti konkret bahwa Ferran memiliki kapasitas mental pemenang yang sangat dibutuhkan oleh klub elit.

Berada di kompetisi level tertinggi memberikan kesempatan bagi dirinya untuk berhadapan dengan penyerang-penyerang muda terbaik di seluruh Belanda.

Pengalaman bertanding di level elit tersebut secara otomatis akan mengasah insting dan refleksnya sebagai seorang kiper modern saat ini.

Stabilitas performanya sepanjang musim lalu menjadi alasan utama mengapa manajemen klub memberikan kepercayaan besar kepadanya hingga saat ini.

Secara fisik Ferran Syarif Alinegara memiliki postur tubuh yang cukup ideal dengan tinggi badan mencapai 1,76 meter.

Untuk ukuran remaja 16 tahun tinggi tersebut diprediksi akan terus bertambah seiring dengan masa pertumbuhan yang masih berlangsung.

Ia dikenal memiliki keunggulan dalam situasi satu lawan satu melawan penyerang lawan yang mencoba melakukan penetrasi ke area penalti.

Keberaniannya dalam memotong bola silang dan kecepatan refleks dalam menghalau tembakan jarak dekat menjadi senjata andalan utama Ferran.

Kualitas teknis yang ia miliki seringkali membuat para pelatih lawan merasa frustrasi karena sulitnya menembus pertahanan yang ia kawal.

Kisah perjalanan Ferran menjadi seorang kiper sebenarnya tergolong cukup unik dan tidak terjadi secara instan sejak kecil.

Ia baru mulai menyeriusi posisi sebagai penjaga gawang sekitar dua tahun yang lalu ketika bergabung dengan program latihan MHD.

Dalam waktu singkat tersebut ia mampu melampaui kemampuan pemain lain yang mungkin sudah berlatih lebih lama di posisi itu.

Bakat alaminya yang luar biasa langsung tercium oleh pencari bakat dari berbagai klub profesional atau Betaald Voetbal Organisatie (BVO).

Setelah menimbang berbagai tawaran yang masuk Ferran akhirnya menjatuhkan pilihan pada ADO Den Haag sebagai tempat mengembangkan bakatnya.

Kehadiran pemain seperti Ferran Syarif Alinegara tentu menjadi berkah tersendiri bagi perkembangan sepak bola nasional Indonesia di kancah internasional.

PSSI diharapkan dapat bergerak cepat untuk menjalin komunikasi yang intens dengan keluarga sang pemain agar tidak kehilangan momentum.

Mengingat ia bermain di kompetisi yang kompetitif kualitasnya tentu sudah teruji dengan standar sepak bola Eropa yang sangat ketat.

Jika terus menunjukkan grafik peningkatan yang positif Ferran bisa menjadi aset jangka panjang bagi skuat Garuda di masa mendatang.

Dukungan dari suporter Indonesia di media sosial juga mulai mengalir deras seiring dengan meningkatnya popularitas sang pemain di tanah air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Haus Gol, Pemain Berdarah Depok Dipuji Setinggi Langit Oleh Pelatih Belanda

Haus Gol, Pemain Berdarah Depok Dipuji Setinggi Langit Oleh Pelatih Belanda

Bola | Jum'at, 13 Februari 2026 | 11:48 WIB

Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Jalani Trial di Atletico Madrid

Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Jalani Trial di Atletico Madrid

Bola | Jum'at, 13 Februari 2026 | 11:18 WIB

Justin Hubner Catatkan Statistik Tekel Tertinggi Ketiga di 7 Liga Top Eropa

Justin Hubner Catatkan Statistik Tekel Tertinggi Ketiga di 7 Liga Top Eropa

Bola | Jum'at, 13 Februari 2026 | 10:04 WIB

Terkini

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×