- Bek Fulham, Kenny Tete, terlihat menarik rambut Antoine Semenyo di kotak penalti saat laga kontra Man City pada Rabu (12/2/2026).
- VAR meninjau insiden tersebut namun memutuskan tidak ada pelanggaran berat karena tayangan dianggap kurang jelas, memicu perdebatan.
- Phil Foden juga hanya menerima kartu kuning setelah melakukan tekel keras terhadap Calvin Bassey, menambah kontroversi keputusan wasit.
Suara.com - Laga Manchester City vs Fulham di Premier League, Rabu (12/2/2026) waktu setempat, diwarnai kontroversi.
Bek Fulham, Kenny Tete tertangkap kamera menarik rambut Antoine Semenyo jelang turun minum. Banyak pihak menilai insiden tersebut layak diganjar kartu merah.
Insiden terjadi sesaat sebelum babak pertama berakhir.
Saat Manchester City mendapatkan sepak pojok, Tete terlihat menarik rambut winger Ghana, Antoine Semenyo, di dalam kotak penalti.
VAR official Paul Tierney sempat meninjau kejadian tersebut untuk menentukan kemungkinan kartu merah.
Namun, keputusan akhir menyatakan tidak ada pelanggaran berat karena tayangan dianggap kurang jelas.
Legenda Liverpool ikut angkat bicara terkait aksi tak sportif pemain keturunan Nias tersebut.
“Saya tidak mengerti. Saya tidak melihat perbedaannya. Itu kartu merah, terlihat jelas,” ujar Michael Owen.
Owen merujuk pada insiden serupa awal musim ini saat bek Everton, Michael Keane, menarik rambut striker Wolverhampton, Tolu Arokarare.
Baca Juga: Bos Klub Belanda Ungkap Ada Pemain Keturunan Indonesia dari Kampung tapi Skill Kota, Siapa Dia?
Dalam kasus tersebut, Keane langsung diganjar kartu merah.
Kontroversi tak berhenti di situ. Phil Foden juga nyaris mendapat kartu merah setelah melakukan tekel keras terhadap mantan pemain Ajax, Calvin Bassey.
Foden mengenai bagian achilles pemain asal Nigeria tersebut, tetapi hanya menerima kartu kuning dari wasit.
Kenny Tete merupakan salah satu pemain keturunan Indonesia di Premier League.
Kenny Tete memiliki keturunan Indonesia langsung dari ibunya yang berasal dari Nias, Sumatera Utara.
Ia secara terbuka mengakui darah Indonesia dan sering berkunjung ke tanah air.
Kontributor: M.Faqih