- Wonderkid Arsenal keturunan Indonesia, Demiane Agustien, mencetak *hat-trick* saat tim U-21 menang 4-0 atas Leeds.
- Pemain berusia 18 tahun ini terkesan dengan kualitas Bukayo Saka dan kesulitan melewati Declan Rice saat latihan tim utama.
- Agustien yang baru bergabung musim panas 2025 dari Derby County, menunjukkan potensi besar bagi staf kepelatihan Arsenal.
Suara.com - Perfomance wonderkid Arsenal, Demiane Agustien, tengah jadi sorotan. Pemain keturunan Indonesia ini baru mencetak hat-trik saat Arsenal U-21 menang 4-0 atas Leeds United U-21.
Demiane Agustien diketahui memiliki darah Indonesia dari ibunya, yang merupakan keturunan Mesir-Indonesia.
Pemain berusia 18 tahun itu baru bergabung dengan Arsenal pada musim panas 2025 dari Derby County.
Meski masih membela tim akademi, Agustien sudah mendapat kesempatan merasakan atmosfer latihan tim utama.
Dalam wawancara bersama ESPN NL, Agustien menyebut Bukayo Saka sebagai sosok yang paling membuatnya terkesan.
“Saya pikir Saka benar-benar mengejutkan saya. Semua pemain punya kualitas tinggi, semuanya benar-benar bagus,” ujar Agustien.
Saka yang merupakan produk akademi Hale End kini menjelma menjadi salah satu bintang terbesar Premier League.
Bagi Agustien, bisa berlatih bersama pemain selevel Saka adalah pengalaman berharga dalam proses perkembangannya.
Tak hanya Saka, Agustien juga menyoroti kualitas Declan Rice. Ia mengakui tak mudah melewati gelandang bertahan andalan Arsenal tersebut saat latihan.
“Anda tiba-tiba harus melewati Declan Rice. Itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan semua orang,” katanya.
Baca Juga: Nasib Tragis Pemain Keturunan Indonesia di Belanda, Orang Maluku: Ale Rasa Beta Rasa
Agustien bahkan sempat bercanda soal upayanya melakukan nutmeg kepada Rice.
“Saya pernah sekali mencoba dan langsung ditendang di tulang kering. Jadi ya, saya cepat belajar dari situ,” ucapnya sambil tertawa.
Saat ini, Agustien masih fokus beradaptasi di level U-21 Arsenal.
Jalannya menuju skuad utama memang masih panjang, tetapi kesempatan berlatih bersama tim senior menunjukkan bahwa potensinya mendapat perhatian serius dari staf pelatih.
Kontributor: Adam Ali