Bintang Baru PSIM Jop van der Avert Akui Kaget dengan Cuaca Ekstrem Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Senin, 16 Februari 2026 | 17:37 WIB
Bintang Baru PSIM Jop van der Avert Akui Kaget dengan Cuaca Ekstrem Indonesia
Jop van der Avert (PSIM Yogyakarta)
baca 10 detik
  • Jop van der Avert sukses menjalani debut penuh bersama PSIM Yogyakarta melawan Persik Kediri.

  • Pemain asal Belanda tersebut menyoroti tantangan cuaca panas sebagai hambatan utama di Indonesia.

  • PSIM kini bersiap menghadapi Bali United setelah mengantongi hasil imbang di pekan ke-21.

Suara.com - Laskar Mataram baru saja memperkenalkan kekuatan baru di lini pertahanan mereka pada kompetisi kasta tertinggi.

Jop van der Avert secara resmi mencatatkan penampilan perdana saat memperkuat PSIM Yogyakarta akhir pekan lalu.

Momen bersejarah bagi sang bek tengah tersebut terjadi dalam duel sengit menghadapi Persik Kediri.

Pertandingan pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 itu berakhir dengan skor sama kuat yakni 2-2.

Laga tersebut berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada hari Jumat yang penuh tensi.

Meskipun baru pertama kali merumput, sang pemain langsung dipercaya turun sejak menit awal oleh pelatih.

Ia mengisi posisi sentral pertahanan dalam skema formasi 4-3-3 yang diterapkan oleh manajemen teknis PSIM.

Pemain asal Belanda ini menjalin kerja sama yang solid dengan rekan duetnya, Franco Ramos Mingo.

Keduanya bahu-membahu menahan gempuran serangan Macan Putih sepanjang sembilan puluh menit waktu normal berjalan.

baca juga

Jop mengaku perlu waktu untuk menyatu dengan ritme permainan khas yang ada di tanah air.

“Tentu saja ini pertandingan pertama, jadi saya rasa saya perlu membiasakan diri dengan sepak bola Indonesia. Semuanya berjalan lancar dan saya mulai terbiasa dengan cuacanya,” kata Jop, dikutip dari laman resmi PSIM, Senin.

Meski baru turun langsung, ia ternyata sudah cukup lama memantau perkembangan liga di Nusantara ini.

Hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa rekan sejawatnya yang sudah lebih dulu berkarier di klub Indonesia.

Namun, ia menegaskan bahwa menonton dari layar kaca sangat berbeda dengan merasakan atmosfer di lapangan.

“Saya banyak menonton pertandingan karena teman-teman saya juga bermain di Indonesia, jadi saya melihat beberapa laga, tapi selalu berbeda jika Anda sendiri yang berada di lapangan,” tutur dia.

Bek tangguh berusia 25 tahun ini memberikan pandangan positif mengenai level kompetisi di Indonesia saat ini.

Menurut pandangannya, kualitas sepak bola nasional terus menunjukkan grafik peningkatan yang sangat signifikan dan membanggakan.

Keberadaan regulasi pemain asing yang cukup banyak dianggapnya sebagai sebuah keuntungan tersendiri bagi proses adaptasi.

Hal ini memudahkan para pemain dari luar negeri untuk saling berinteraksi dan memahami satu sama lain.

“Saya rasa liga ini sedang berkembang, jadi menurut saya itu hal yang sangat bagus. Saya rasa di sini lebih baik karena tim punya lebih banyak pemain asing, jadi saya bisa berkomunikasi dengan lebih mudah,” ungkap Jop.

Selain masalah teknis di lapangan hijau, aspek kehidupan sehari-hari juga menjadi perhatian utama sang pemain baru.

Ia merasa sangat terbantu dengan keramahan lingkungan di Yogyakarta yang membuatnya merasa betah dan nyaman.

“Semuanya berjalan lancar. Saya mulai terbiasa dengan cuacanya. Lingkungan menyenangkan, jadi ya, saya merasa sangat baik,” jelas Jop.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa setiap perpindahan klub selalu membawa tantangan sosial yang berbeda.

Membangun kedekatan dengan seluruh elemen tim merupakan prioritas yang sedang ia kerjakan saat ini secara intensif.

Namun, tantangan yang paling dirasakannya adalah suhu udara yang jauh lebih panas dibandingkan dengan benua Eropa.

Ia menganggap cuaca adalah rintangan terbesar bagi setiap talenta asing yang mencoba peruntungan di Liga Indonesia.

“Hal yang sulit itu selalu ketika Anda datang ke tim baru untuk mengenal semua orang. Tapi khususnya di Indonesia dengan cuacanya, saya rasa itu hal (tantangan) terbesar,” ujar Jop.

Tambahan satu poin dari laga tersebut membuat posisi PSIM kini masih tertahan di papan tengah.

Klub kebanggaan warga Yogyakarta ini duduk di peringkat ketujuh dengan total raihan 32 poin.

Kini fokus Laskar Mataram beralih sepenuhnya pada jadwal padat yang akan dihadapi pada bulan depan.

Pertandingan berikutnya dipastikan akan terasa lebih berat karena bertepatan dengan momen awal bulan Ramadhan.

Sesuai jadwal, PSIM Yogyakarta akan menjamu tim kuat Bali United di markas kebesaran mereka nantinya.

Laga penting tersebut rencananya akan diselenggarakan di Stadion Sultan Agung pada hari Senin, 23 Februari mendatang.

Kemenangan menjadi harga mati bagi anak asuh PSIM guna memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen sementara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelatih Persija Sebut Mauro Zijlstra Belum Maksimal Saat Debut Kontra Bali United, Apa Masalahnya?

Pelatih Persija Sebut Mauro Zijlstra Belum Maksimal Saat Debut Kontra Bali United, Apa Masalahnya?

Bola | Senin, 16 Februari 2026 | 11:20 WIB

Debut Tak Istimewa Mauro Zijlstra, Ini Kata Asisten Pelatih Persija Jakarta

Debut Tak Istimewa Mauro Zijlstra, Ini Kata Asisten Pelatih Persija Jakarta

Bola | Senin, 16 Februari 2026 | 07:53 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×