-
Febri Hariyadi resmi dipinjamkan Persib Bandung ke Persis Solo untuk putaran kedua kompetisi.
-
Misi utama Febri adalah membantu Laskar Sambernyawa lolos dari ancaman degradasi musim ini.
-
Persaingan ketat di skuad Persib Bandung menjadi alasan utama Febri memilih pindah klub.
Suara.com - Persis Solo secara resmi mengumumkan kedatangan Febri Hariyadi sebagai amunisi anyar pada bursa transfer kali ini.
Langkah strategis ini diambil manajemen untuk mendongkrak performa tim selama mengarungi putaran kedua musim 2025-2026.
Pemain yang identik dengan kecepatan tinggi tersebut diproyeksikan untuk mengisi sektor sayap kanan Laskar Sambernyawa.
Kehadiran sosok berpengalaman ini diharapkan mampu memberikan dimensi serangan baru yang lebih tajam bagi klub.
Manajemen klub mengonfirmasi kesepakatan ini melalui pernyataan tertulis di situs resmi mereka pada Senin sore.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, sebelumnya telah memberikan sinyal terkait kepindahan pemain didikan asli Bandung tersebut.
Status kepindahan sang pemain adalah pinjaman jangka pendek yang akan berlangsung hingga kompetisi musim ini usai.
"Febri sudah menandatangani kontrak dan dia akan dilepas selama enam bulan secara pinjaman," kata Hodak.
Keputusan melepas sang pemain diambil agar ia mendapatkan menit bermain yang lebih kompetitif di tempat lain.
Baca Juga: Persib Tertinggal 0-3, Beckham Putra: Saatnya Bangkit dan Buktikan Mental Juara
Bojan Hodak menilai bahwa sang pemain memerlukan ruang baru untuk kembali menemukan bentuk permainan terbaiknya.
Penyebab utama sang pemain harus angkat kaki dari Bandung adalah cedera yang sempat menghambat perkembangannya.
Setelah pulih, ia justru kesulitan merebut kembali tempat utama karena performa impresif rekan setim yang lain.
Nama-nama besar seperti Saddil Ramdani dan Beckham Putra membuat persaingan di posisi sayap menjadi sangat sengit.
Belum lagi kehadiran legiun asing berkualitas seperti Berguinho dan Uilliam Barros yang terus menjadi pilihan utama.
Situasi tersebut membuat waktu bermain bagi pemain berusia 29 tahun itu menjadi sangat terbatas di Persib.
Meskipun harus meninggalkan klub masa kecilnya, pemain ini mengaku sangat bersemangat menjalani petualangan baru di Solo.
Ia memandang kepindahannya ke Stadion Manahan sebagai tantangan besar untuk membuktikan kualitas diri yang sebenarnya.
Misi utamanya saat ini adalah membawa Persis Solo merangkak naik dan keluar dari papan bawah klasemen.
“Tentunya sangat senang dan semoga saya bisa membantu tim ini dengan baik. Dan ini sebuah tantangan bagi saya, mudah-mudahan saya bisa membantu tim ini dengan baik dan maksimal,” ujarnya, Senin (16/2/2026) dikutip dari situs resmi klub.
Sang pemain menegaskan kesiapannya untuk memberikan kontribusi seratus persen bagi tim kebanggaan warga Solo tersebut.
Fokus utama seluruh elemen tim saat ini adalah memastikan klub tetap bertahan di kasta tertinggi musim depan.
Pemain yang pernah menjadi andalan Timnas U-23 ini berharap proses adaptasinya berjalan lancar bersama rekan setim.
Baginya, kunci kesuksesan sebuah tim dalam menghadapi situasi sulit adalah kesatuan visi di dalam lapangan.
“Kita harus sama-sama kerja keras demi raih hasil yang maksimal. Dan kita juga punya tujuan yaitu lolos dari zona degradasi. Semoga kita semua satu suara, satu keinginan dan satu tujuan untuk menyelamatkan tim ini dari zona degradasi,” sambungnya.
Ia meyakini bahwa dengan kerja keras kolektif, target tersebut bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.
Eks pemain sayap Timnas Indonesia era Luis Milla ini juga menitipkan pesan khusus bagi para suporter.
Ia sangat menyadari bahwa dukungan militan dari tribun penonton merupakan energi tambahan bagi setiap pemain.
Kehadiran pendukung setia diharapkan tetap konsisten di setiap laga kandang maupun tandang yang dijalani tim.
“Tentunya untuk suporter selalu dukung Persis Solo. Semoga tim ini bisa memberikan hasil yang terbaik buat suporter,” pintanya.
Harmonisasi antara tim dan suporter dianggap sebagai modal penting untuk melewati masa-masa sulit di liga.
Pemain ini merupakan produk asli akademi Persib yang sukses menembus tim senior sejak tahun 2016 lalu.
Selama masa baktinya di Bandung, ia mencatatkan sejarah manis dengan meraih dua trofi juara secara beruntun.
Gelar juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia dirasakannya pada edisi musim 2023-2024 dan juga 2024-2025.
Namun, dinamika dalam sepak bola profesional membuatnya harus mencari peluang baru demi menjaga keberlangsungan kariernya.
Kini, babak baru dalam perjalanannya dimulai bersama Persis Solo dengan target yang sangat spesifik dan krusial.