John Herdman fokus penuh pada Timnas Indonesia senior karena Garuda Muda absen di Asian Games.
Kriteria AFC hanya memperbolehkan enam belas tim Piala Asia U-23 tampil di Asian Games 2026.
Absennya agenda U-23 membuat John Herdman mencurahkan seluruh energinya untuk mematangkan skuad utama nasional.
Suara.com - Langkah strategis diambil oleh pelatih utama John Herdman untuk mengarahkan seluruh energinya bagi kemajuan Timnas Indonesia senior.
Keputusan ini muncul seiring dengan kepastian bahwa skuad internasional level senior akan menjadi prioritas tunggal sang pelatih.
Tahun ini menjadi momentum krusial bagi juru taktik asal Inggris tersebut dalam meramu komposisi pemain terbaiknya.
Kondisi tersebut terjadi akibat absennya aktivitas kompetisi internasional bagi kategori umur di bawah dua puluh tiga tahun.
Fokus tunggal ini diharapkan mampu mendongkrak performa skuad Garuda di kancah persaingan sepak bola Asia.
Penyebab Absennya Garuda Muda di Jepang
Timnas U-23 Indonesia secara resmi dipastikan tidak akan ikut serta dalam ajang olahraga bergengsi Asian Games 2026.
Turnamen multievent yang akan digelar di Jepang tersebut dipastikan berlangsung tanpa kehadiran talenta muda tanah air.
Absennya Indonesia di ajang tersebut dipicu oleh kriteria ketat yang ditetapkan oleh pihak penyelenggara kompetisi.
Baca Juga: Alhamdulillah John Herdman Bisa Tenang dengan Kabar Ini Jelang FIFA Series 2026
Aturan baru ini merupakan buah kesepakatan antara Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC dengan Komite Olimpiade Asia.
Regulasi tersebut membatasi jumlah kontestan cabang olahraga sepak bola putra hanya untuk enam belas tim saja.
Regulasi Ketat AFC dan Komite Olimpiade
Penentuan tim yang berhak tampil di Jepang didasarkan pada performa mereka di turnamen tingkat benua sebelumnya.
Hanya mereka yang berkompetisi di Piala Asia U-23 2026 di Arab Saudi yang mendapatkan tiket ke Jepang.
Sayangnya skuad Garuda Muda tidak termasuk dalam daftar peserta yang berlaga di kejuaraan Arab Saudi tersebut.
Kriteria ini secara otomatis menutup pintu bagi anak asuh John Herdman untuk mencicipi atmosfer Asian Games mendatang.
Oleh karena itu tanggung jawab Herdman terhadap tim usia muda untuk sementara waktu tidak menemui agenda resmi.
Komitmen John Herdman Untuk Tim Senior
Awalnya kontrak yang disepakati dengan PSSI mencakup tugas ganda untuk mengelola tim senior dan kelompok umur.
Namun situasi di lapangan memaksa adanya penyesuaian jadwal agar program latihan tetap berjalan secara efektif dan efisien.
John Herdman kini memiliki waktu lebih luas untuk memantau perkembangan pemain di liga domestik maupun pemain internasional.
Konsentrasi penuh pada satu level tim diyakini akan memberikan hasil yang lebih maksimal bagi prestasi sepak bola nasional.
Publik kini menantikan bagaimana sentuhan dingin mantan pelatih Kanada ini membawa perubahan signifikan bagi peringkat FIFA Indonesia.
Target Besar Menanti Skuad Garuda Senior
Fokus pada tim senior menjadi sangat penting mengingat banyaknya agenda penting yang akan dihadapi sepanjang tahun ini.
Persiapan fisik dan mental para pemain menjadi aspek utama yang sedang digarap serius oleh jajaran tim pelatih.
Meskipun harus merelakan satu turnamen di level muda namun efektivitas kerja Herdman kini menjadi lebih terpusat.
Absennya Garuda Muda di Asian Games menjadi berkah tersendiri bagi program jangka panjang tim nasional utama Indonesia.
Semua elemen pendukung sepak bola nasional berharap transisi fokus ini membuahkan hasil manis di setiap laga internasional.
Optimisme di Balik Keputusan Teknis
Manajemen tim nasional terus berupaya menyediakan fasilitas terbaik guna mendukung penuh rencana kerja yang telah disusun.
John Herdman tetap optimis bahwa kualitas pemain Indonesia mampu bersaing ketat dengan negara-negara besar di kawasan Asia.
Dukungan suporter di seluruh penjuru negeri menjadi bahan bakar utama bagi tim senior untuk terus melangkah maju.
Dengan berakhirnya spekulasi mengenai pembagian tugas kini nakhoda tim nasional bisa bekerja dengan lebih tenang.
Perjalanan baru menuju kesuksesan sepak bola Indonesia kini sepenuhnya berada di bawah komando fokus penuh John Herdman.