- John Herdman berpotensi menambah kekuatan Timnas Indonesia dengan hadirnya Ciro Alves yang sedang proses naturalisasi.
- Selain Ciro Alves, David da Silva juga dilaporkan menjalani proses naturalisasi sebagai opsi penyerang berpengalaman.
- Luke Vickery dari Australia, berdarah Medan, telah dihubungi John Herdman namun belum ada konfirmasi naturalisasi.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, berpotensi mendapatkan tambahan kekuatan baru di lini depan.
Salah satu nama yang mencuat adalah winger Malut United, Ciro Alves, yang tengah menjalani proses naturalisasi.
Proses ini dikonfirmasi oleh Kepala Kemenkum Maluku Utara, Budi Argap Situngkir, dan kini masih terus berjalan.
Jika seluruh berkas telah lengkap, pengajuan naturalisasi Ciro Alves akan segera diproses melalui sistem resmi.
Ciro Alves sendiri telah lama menetap di Indonesia sejak 2019.
Pemain asal Brasil itu kenyang pengalaman di Liga Indonesia bersama sejumlah klub besar.
PS Tira, yang kemudian berubah menjadi Persikabo 1973, menjadi pelabuhan pertamanya.
Setelah itu, Ciro sukses besar bersama Persib dengan meraih dua gelar Liga 1.
Kini, bersama Malut United, performanya tetap tajam dengan torehan sembilan gol musim ini.
Baca Juga: Siapa Jhonattan Limbu? Pemain Keturunan Nepal-Kediri Bisa Bela Timnas Indonesia
Jika resmi menjadi WNI, Ciro Alves bisa menjadi opsi segar bagi John Herdman di sektor sayap.
Selain Ciro, nama David da Silva juga dikabarkan tengah menjalani proses naturalisasi.
Meski tak lagi muda, ketajamannya belum luntur dengan catatan 10 gol dan empat assist.
Pengalaman dan insting golnya tentu menjadi aset berharga bagi Timnas Indonesia.
Satu opsi lain datang dari Australia, yakni Luke Vickery, penyerang muda Macarthur FC.
Vickery memiliki darah Indonesia dari sang nenek yang berasal dari Medan.
Ia bahkan disebut telah dihubungi langsung oleh John Herdman.
Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah Vickery bersedia menjalani proses naturalisasi.
Dengan tiga nama potensial ini, peluang Timnas Indonesia memiliki lini serang lebih tajam semakin terbuka.
Kontributor : Imadudin Robani Adam