- Jose Mourinho, pelatih asal Portugal, menerima kartu merah langsung saat laga Benfica kontra Real Madrid di Estádio da Luz.
- Kartu merah diberikan akibat protes kerasnya kepada wasit mengenai permintaan kartu kuning kedua untuk Vinicius Junior.
- Akibatnya, Mourinho absen mendampingi timnya menghadapi Real Madrid pada leg kedua 16 besar Liga Champions.
Suara.com - Pelatih asal Portugal, Jose Mourinho, dipastikan tidak akan duduk di bangku cadangan saat timnya menghadapi Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabéu.
Mourinho menerima kartu merah langsung akibat protes kerasnya kepada wasit saat Benfica menjamu Real Madrid di Estádio da Luz, Rabu (18/2) dinihari WIB.
Insiden terjadi saat Mourinho berulang kali menuntut wasit memberikan kartu kuning kedua kepada Vinicius Junior setelah pelanggaran terhadap Richard Ríos di depan kotak penalti.
Dilansir dari Cardena Ser, aksi tersebut memang layak mendapat kartu kuning.
Namun, wasit menilai situasi berbeda karena kartu pertama Vinicius diberikan setelah sang pemain berada di area suporter yang melempar benda ke lapangan dan telah diperingatkan untuk menjauh.
Protes Mourinho semakin memanas hingga akhirnya wasit tak punya pilihan selain mengeluarkan kartu merah langsung dan memintanya meninggalkan area teknis.
Absennya Mourinho jelas menjadi kerugian besar. Ia harus menyaksikan pertandingan dari tribun atau ruang khusus, sementara tugas memimpin tim di pinggir lapangan akan diambil alih staf kepelatihannya.
Padahal, duel di BernabEu diprediksi berjalan sengit dan penuh tekanan. Madrid sebelumnya sukses mencuri kemenangan lewat gol indah Vinicius dinihari tadi.
Menariknya, Mourinho sebelumnya sempat mendapat pujian karena berusaha menenangkan situasi saat pertandingan dihentikan akibat dugaan pelecehan rasial terhadap Vinicius.
Baca Juga: Juventus Dibantai Galatasaray 2-5, Luciano Spalletti Ngamuk: Kami Mundur Tiga Langkah!
Namun, sikapnya berubah ketika insiden pelanggaran terhadap Richard Ríos terjadi. Ia bersikeras menuntut wasit memberikan hukuman.
Kontributor: Azka Putra