- Mantan presiden Joan Laporta kembali mencalonkan diri sebagai presiden Barcelona dengan slogan "Defensem el Barça".
- Laporta menuding ada "lingkaran kekuasaan" yang berupaya mencegah Barcelona memenangkan LaLiga setelah kalah dari Girona.
- Ia mengklaim telah menyelamatkan klub dari krisis dan mengembalikannya ke posisi elite sepak bola Eropa.
Suara.com - Mantan presiden Joan Laporta kembali mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Barcelona.
Dalam presentasi kampanyenya yang mengusung slogan Defensem el Barça (Kami Membela Barça), Laporta melontarkan pernyataan kontroversial dengan menuding ada “lingkaran kekuasaan” yang tidak ingin Blaugrana menjuarai LaLiga.
Pernyataan tersebut muncul setelah Barcelona kehilangan puncak klasemen usai takluk 1-2 dari Girona di Montilivi dalam laga yang diwarnai polemik keputusan wasit.
Dalam pidato berdurasi sekitar 30 menit, Laporta menegaskan komitmennya untuk terus “membela” Barcelona, sembari menyentil pihak-pihak tertentu.
“Ada lingkaran kekuasaan yang tidak ingin kami memenangkan LaLiga,” tegas Laporta dikutip dari Cardena Ser.

Meski tidak menyebut nama atau institusi tertentu, pernyataan tersebut diyakini merujuk pada kontroversi perwasitan yang menyelimuti laga kontra Girona.
Laporta menekankan bahwa membela Barcelona bukan sekadar slogan, melainkan komitmen menjaga marwah klub.
“Mencintai Barça adalah membelanya. Kami ingin memastikan kebesaran institusi ini dan menjamin klub tetap menjadi milik para socios (anggota),” ujarnya.
Laporta juga memaparkan capaian selama masa kepemimpinannya. Ia mengklaim telah menyelamatkan klub dari krisis dan mengembalikannya ke jajaran elite sepak bola Eropa.
Baca Juga: Hansi Flick Akui Barcelona Bertahan Sangat Buruk Hingga Tumbang di Markas Girona
“Kami telah menyelamatkan klub, memulihkannya, dan menempatkannya kembali di garis terdepan,” kata Laporta.
Menurutnya, kondisi Barcelona saat ini jauh lebih baik dibanding lima tahun lalu.
“Kami, tanpa diragukan lagi, berada dalam posisi yang lebih baik daripada lima tahun lalu. Ini bukan keajaiban, melainkan hasil kerja keras harian banyak orang yang memberikan segalanya untuk klub,” tambahnya.
Kontributor: Azka Putra