- Insiden dugaan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior saat laga Real Madrid kontra Benfica sempat menghentikan pertandingan sepuluh menit.
- Vinicius Jr. dan rekan setimnya meninggalkan lapangan; Trent Alexander-Arnold mengecam tindakan tersebut sebagai aib sepak bola.
- Kritik muncul terhadap Mourinho yang menyalahkan selebrasi Vinicius, sementara Mbappe menuntut sanksi berat bagi pelaku.
Suara.com - Insiden dugaan pelecehan rasial terhadap bintang Vinicius Junior dalam laga Liga Champions antara Real Madrid kontra Benfica berbuntut panjang.
Pertandingan di Estadio da Luz itu sempat dihentikan selama 10 menit setelah Vinicius melaporkan dugaan pelecehan rasial yang dilakukan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, kepada wasit Francois Letexier.
Pemain asal Brasil tersebut bersama rekan-rekannya sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.
Vinicius, yang sebelumnya juga beberapa kali menjadi korban rasisme sepanjang kariernya, menegaskan lewat Instagram bahwa rasis adalah pengecut.
Bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, mengecam keras insiden tersebut. Ia menyebut tindakan rasisme itu sebagai aib bagi sepak bola yang merusak momen indah kemenangan 1-0 Los Blancos.
![Pelatih Benfica, Jose Mourinho, melontarkan pernyataan kontroversial usai kekalahan 0-1 dari Real Madrid pada leg pertama play-off Liga Champions di Estadio da Luz, Rabu (18/2) dinihari WIB. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/18/73403-vinicius-jr.jpg)
“Tidak ada tempat untuk itu di sepak bola maupun di masyarakat. Ini menjijikkan,” tegasnya dikutip dari BBC.
Alih-alih fokus mengecam dugaan rasisme, Mourinho justru menyoroti selebrasi Vinicius yang dianggapnya tidak hormat.
Ia menyebut setiap stadion yang didatangi sang winger selalu memunculkan kontroversi.
“Saya pikir dia memprovokasi penonton. Saat mencetak gol seperti itu, rayakan dengan hormat,” kata Mourinho.
Baca Juga: Apa Itu Protokol Anti Rasisme? Diaktifkan Saat Vinicius Dihina Gianluca Prestianni
Ia juga menyebut legenda Benfica, Eusebio, sebagai bukti bahwa klub tersebut bukan rasis.
Pernyataan ini langsung menuai kritik. Legenda Real Madrid, Clarence Seedorf, menyebut Mourinho melakukan kesalahan besar karena terkesan membenarkan rasisme dengan dalih provokasi.
Senada, Theo Walcott menyatakan Mourinho seharusnya tidak berbicara di depan kamera dalam situasi sensitif tersebut.
Sementara itu, penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, bahkan meminta agar Prestianni tidak lagi diizinkan tampil di Liga Champions jika terbukti bersalah.
“Kita tidak bisa menerima pemain di kompetisi tertinggi Eropa bertindak seperti itu,” ujar Mbappe.
Legenda Arsenal, Thierry Henry, yang juga pernah menjadi korban rasisme, menyatakan empatinya kepada Vinicius.
“Terkadang Anda merasa sendirian. Ini bisa menjadi kata-katamu melawan kata-katanya,” ujar Henry.
Kontributor: Azka Putra