-
Persib Bandung tersingkir dari ACL 2 setelah kalah agregat 1-3 melawan tim tamu Ratchaburi.
-
Insiden invasi lapangan oleh oknum suporter di GBLA memicu ancaman denda ratusan ribu dolar.
-
Total bonus Rp10,1 miliar yang diraih Persib terancam habis untuk membayar denda AFC.
Suara.com - Langkah Persib Bandung di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) resmi terhenti. Di luar itu, tim Pangeran Biru dinanti sanksi FIFA.
Maung Bandung gagal melaju ke babak delapan besar setelah kalah agregat 1-3 dari Ratchaburi FC, meski mampu mengamankan kemenangan 1-0 pada leg kedua yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu 18 Februari 2026.
Kemenangan di kandang sendiri tak cukup untuk menyelamatkan agregat. Situasi semakin rumit ketika laga usai diwarnai kericuhan suporter.
Euforia kemenangan yang bercampur kekecewaan karena tersingkir memicu invasi lapangan oleh sejumlah oknum. Insiden tersebut langsung menjadi sorotan karena berpotensi berujung sanksi berat dari Komite Disiplin AFC.
Beberapa suporter sampai viral memasuki area pertandingan dan mencoba mendekati wasit serta pemain tim tamu. Ketegangan sempat meningkat sebelum akhirnya dapat dikendalikan.
Tentu saja pengawas dari AFC mencatat kejadian. Itu merupakan pelanggaran serius yang melanggar regulasi keamanan dan keselamatan pertandingan yang berlaku di kompetisi Asia.
Ancaman sanksi bukan hanya sebatas teguran. Berdasarkan regulasi Safety and Security AFC, hukuman yang mungkin dijatuhkan meliputi denda finansial dalam jumlah besar, larangan menggelar pertandingan dengan penonton pada laga kompetisi Asia berikutnya, hingga sanksi administratif tambahan apabila insiden serupa kembali terulang.
Dengan rekam jejak proses disiplin di level Asia sebelumnya, nilai denda yang harus ditanggung Persib diperkirakan bisa mencapai ratusan ribu dolar AS, tergantung hasil sidang.
Adapun Persib sebenarnya mencatat capaian finansial yang cukup positif selama tampil di AFC Champions League Two musim ini.
Baca Juga: Allano Lima Tebar Ancaman! Persija Siap Gusur Persib Bandung dari Puncak Klasemen
Klub diperkirakan meraup sekitar Rp10,1 miliar dari berbagai komponen, mulai dari bonus partisipasi fase grup sebesar USD 300.000 atau sekitar Rp4,9 miliar, bonus lolos 16 besar USD 80.000 atau sekitar Rp1,3 miliar, hingga bonus hasil pertandingan dari empat kemenangan fase grup, satu hasil imbang, dan satu kemenangan di leg kedua dengan total sekitar Rp3,9 miliar.
Kini, pemasukan tersebut terancam tergerus apabila AFC menjatuhkan denda dalam jumlah signifikan. Manajemen Persib masih menunggu keputusan resmi dari sidang Komite Disiplin AFC yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Putusan itulah yang akan menentukan besaran sanksi dan dampak lanjutan bagi Maung Bandung setelah insiden di GBLA.