-
Mauricio Souza lebih memilih Dony Tri Pamungkas daripada Shayne Pattynama karena alasan kebugaran.
-
Dony Tri Pamungkas mencatatkan empat belas penampilan dan satu gol sebagai pemain reguler.
-
Kondisi Shayne Pattynama belum maksimal setelah pulih dari cedera panjang selama tiga bulan.
Souza merasa tidak perlu mengikuti arus keinginan publik untuk segera menurunkan pemain naturalisasi tersebut.
Ia memiliki pertimbangan matang mengenai siapa yang paling siap bertarung sejak menit awal pertandingan.
"Dan tidak ada alasan kenapa saya harus mencadangkan Dony Tri Pamungkas demi memuaskan keinginan kalian melihat pemain baru di lapangan,” jelasnya.
Kekuatan mental Dony di usia muda memang patut mendapatkan pujian dari berbagai pihak pecinta bola.
Hal inilah yang membuat pelatih merasa sangat percaya diri dengan komposisi pemain sayap kirinya saat ini.
Perlu diketahui bahwa Shayne Pattynama tiba di Jakarta dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya bugar.
Sebelum berseragam Persija ia sempat mengalami masa sulit karena jarang mendapatkan kesempatan bermain reguler.
Faktor cedera panjang yang membekapnya selama tiga bulan menjadi kendala utama adaptasi sang pemain.
Proses pemulihan total tentu membutuhkan waktu agar ia bisa kembali ke level performa terbaiknya.
Tim medis Persija terus memantau perkembangan kebugaran pemain langganan Timnas Indonesia tersebut secara intensif.
Di sisi lain Dony Tri Pamungkas justru menunjukkan progres yang sangat signifikan dalam setiap latihan.
Kehadirannya memberikan keseimbangan yang dibutuhkan oleh lini belakang Persija Jakarta di setiap laga krusial.
Pemain andalan Timnas Indonesia U-23 ini dianggap sebagai aset masa depan yang sangat berharga.
Eksistensi Dony di lapangan memberikan warna tersendiri bagi permainan ofensif yang diusung oleh Mauricio Souza.
Kematangan bermainnya di usia belia menjadi alasan kuat mengapa ia tetap menjadi pilihan nomor satu.