- Sejumlah pemain sepak bola di Liga Belanda dinonaktifkan klubnya karena masalah status kewarganegaraan pasca naturalisasi negara non-Uni Eropa.
- Otoritas imigrasi Belanda sedang memantau 25 pemain yang terancam kehilangan status kewarganegaraan Belanda akibat membela tim nasional asing.
- Klub-klub Eredivisie menepikan pemain seperti Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On demi mematuhi regulasi hukum kewarganegaraan yang berlaku.
Suara.com - Isu kewarganegaraan tengah mengguncang kompetisi Eredivisie dan kasta kedua Liga Belanda. Sejumlah pemain, termasuk yang memiliki kaitan dengan Timnas Indonesia, dilaporkan dinonaktifkan sementara akibat masalah paspor.
Media Belanda, De Telegraaf, mengungkap beberapa klub memilih langkah hati-hati dengan tidak menurunkan pemain yang status kewarganegaraannya belum jelas.
Selain Dean James yang lebih dulu tidak dilibatkan oleh Go Ahead Eagles, dua nama lain, yakni Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On, juga mengalami situasi serupa.
Hubner yang bermain untuk Fortuna Sittard di Eredivisie 2025/2026 serta Nathan yang memperkuat Willem II di kasta kedua, untuk sementara harus menepi dari aktivitas tim.
"Masalah paspor di sepak bola profesional ini membuat banyak klub memilih langkah aman dengan menepikan pemain," tulis De Telegraaf.
"Hal serupa dilakukan Fortuna Sittard terhadap Justin Hubner dan Justin Lonwijk, serta Willem II terhadap Nathan Tjoe-A-On," lanjutnya.
Tak hanya itu, pemain naturalisasi lainnya, Tim Geypens, juga ikut terdampak. Ia disebut telah lebih dulu dinonaktifkan oleh FC Emmen di kompetisi kasta kedua.
"Sebelumnya, FC Emmen telah lebih dulu menepikan Tim Geypens karena alasan yang sama, kemudian diikuti oleh Go Ahead Eagles yang melakukan hal serupa terhadap Dean James," ungkap De Telegraaf.
"Di kompetisi Keuken Kampioen Divisie, Willem II juga untuk sementara tidak mengizinkan Nathan Tjoe-A-On berlatih atau bermain karena ketidakjelasan status kewarganegaraannya," tulis media tersebut.
Kasus ini bermula dari aduan terhadap Dean James, namun kini meluas. Sekitar 25 pemain disebut masuk dalam daftar pemantauan oleh otoritas imigrasi Belanda, Immigratie- en Naturalisatiedienst (IND).
"Terdapat daftar 25 pemain putra dan putri yang kemungkinan kehilangan kewarganegaraan Belanda karena membela tim nasional negara non-Uni Eropa," imbuh De Telegraaf.
"Nama-nama tersebut telah diajukan untuk penilaian ke IND. Sambil menunggu keputusan, sejumlah klub di Eredivisie dan Eerste Divisie memutuskan tidak mengizinkan pemain terkait berlatih atau bermain selama status kewarganegaraannya belum jelas."
Di sisi lain, KNVB juga disebut meminta klub lebih teliti dalam memverifikasi status pemain sebelum diturunkan di pertandingan resmi.
Permasalahan ini turut menyeret status Dean James yang dipersoalkan oleh NAC Breda. Klub tersebut mempertanyakan statusnya sebagai pemain non-Uni Eropa usai menjalani naturalisasi bersama Timnas Indonesia pada Maret 2025.
Sebagai pemain non-Uni Eropa, Dean James wajib memenuhi sejumlah syarat, mulai dari izin kerja, izin tinggal, hingga standar gaji minimum sekitar 600 ribu euro atau Rp11,7 miliar per tahun.