- Mees Hilgers berpeluang besar gabung PSV Eindhoven secara gratis usai kontraknya bersama FC Twente habis pada akhir musim 2025/2026.
- PSV butuh pengganti kapten Jerdy Schouten yang cedera ACL, dan data SciSports mencatat gaya main Hilgers punya kemiripan hingga 99 persen.
- Hilgers menjadi opsi minim risiko finansial bagi PSV mengingat statusnya yang bebas transfer usai sempat tersingkir dari skuad utama FC Twente.
Suara.com - Saga transfer bek tangguh Timnas Indonesia, Mees Hilgers, kini mulai memasuki babak baru menjelang berakhirnya kompetisi musim 2025/2026.
Masa depan sang pemain bertahan bersama FC Twente dikabarkan bakal segera berakhir seiring dengan kontraknya yang akan segera kedaluwarsa.
Situasi kontrak yang menipis ini rupanya membuka peluang emas bagi raksasa Belanda, PSV Eindhoven, untuk merekrutnya secara gratis pada bursa transfer musim panas mendatang.
Klub berjuluk Boeren tersebut kebetulan baru saja memastikan gelar juara Eredivisie musim ini usai menaklukkan FC Utrecht lewat drama tujuh gol dengan skor 4-3.
Keberhasilan dramatis tersebut sekaligus mengunci trofi liga ke-27 bagi PSV Eindhoven dan semakin mempertegas dominasi mereka di kancah sepak bola Belanda.
Namun, di balik perayaan pesta juara tersebut, skuad asuhan pelatih Peter Bosz harus menerima kenyataan pahit akibat kehilangan sosok kapten tim, Jerdy Schouten.
Sang kapten terpaksa harus menepi dari lapangan hijau selama beberapa bulan ke depan akibat menderita cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL).
Kondisi darurat di lini pertahanan ini memaksa staf kepelatihan untuk segera mencari sosok pengganti yang sepadan demi menjaga kedalaman skuad.
Nama Mees Hilgers kemudian mendadak mencuat ke permukaan sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengisi kekosongan posisi krusial tersebut.
Berdasarkan analisis data dari SciSports, gaya bermain penggawa Skuad Garuda ini ternyata memiliki tingkat kemiripan hingga 99 persen dengan sosok Jerdy Schouten.
Dari segi metrik performa di atas lapangan, rating Skill milik Hilgers mencapai angka 64,7 yang hanya terpaut tipis dari milik Schouten di angka 65,8.
Catatan statistik mentereng ini menjadi indikator kuat bahwa sang pemain keturunan Indonesia tersebut bisa langsung beradaptasi dengan sistem permainan racikan Peter Bosz.
Di sisi lain, dinamika karier Mees Hilgers di FC Twente memang dipenuhi dengan ketidakpastian yang berlarut-larut dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Sang pemain diketahui sempat terlibat perselisihan tajam dengan manajemen klub lantaran enggan menandatangani perpanjangan kontrak yang disodorkan.
Buntut dari penolakan tersebut membuat posisinya tersingkir dari skuad utama hingga membuatnya sangat minim mendapatkan menit bermain di Eredivisie.