-
Semen Padang FC resmi terdegradasi ke liga kasta kedua untuk musim depan mendatang.
-
Manajemen menjanjikan evaluasi total dan meminta maaf kepada seluruh pendukung atas kegagalan tim.
-
Harga tiket stadion diturunkan signifikan guna menjaga dukungan suporter di laga-laga sisa.
Suara.com - Kegagalan bertahan di kompetisi kasta tertinggi memaksa manajemen Semen Padang FC melakukan perombakan besar secara menyeluruh.
Keputusan ini diambil setelah tim kebanggaan warga Sumatera Barat tersebut dipastikan terlempar dari persaingan kasta utama Super League.
Langkah evaluasi ini bertujuan memetakan kelemahan teknis maupun non-teknis yang terjadi sepanjang musim berjalan.
![Pemain Semen Padang FC, Kasim Botan, menggiring bola dibayangi pesepak bola Malut United, Yance Sayuri, dalam pertandingan lanjutan BRI Super League di Stadion GOR H Agus Salim Padang, Sumatera Barat, Jumat (20/2/2026). [Dok. Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/04/84859-semen-padang-fc.jpg)
Fokus utama manajemen saat ini adalah memulihkan mentalitas juara demi ambisi kembali ke level elit.
Manajemen percaya bahwa perubahan fundamental merupakan satu-satunya jalan untuk memperbaiki prestasi di masa depan.
"Manajemen bersama seluruh elemen tim berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh," kata Chief Executive Officer (CEO) Hermawan Ardianto di Padang, Selasa.
![Pemain Bali United Teppei Yachida (kanan) berebut bola dengan pemain Semen Padang FC, Jaime Giraldo Ocampo (kiri) saat pertandingan Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (24/1/2026). [Dok. Antara/ FIKRI YUSUF]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/24/11235-semen-padang-fc.jpg)
Restrukturisasi tim akan mencakup pemilihan komposisi pemain hingga jajaran kepelatihan untuk musim mendatang.
Upaya ini dilakukan sebagai fondasi awal dalam proses membangun kembali kekuatan klub yang sempat meredup.
Hermawan mengatakan evaluasi menyeluruh tersebut sebagai langkah perbaikan untuk membangun ulang kekuatan tim agar dapat kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola di tanah air.
"Evaluasi ini untuk meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang," ujar dia.
Pihak klub secara terbuka mengakui bahwa performa sepanjang musim 2025/2026 sangat jauh dari kata memuaskan.
Kekecewaan mendalam yang dirasakan suporter dan masyarakat lokal menjadi perhatian utama jajaran petinggi klub.
Rasa penyesalan disampaikan atas ketidakmampuan tim memenuhi ekspektasi besar untuk bertahan di liga utama.
"Hasil buruk ini tidak sesuai harapan dan berujung pada degradasi tim ke Championship," tutur dia.
Manajemen menyadari bahwa jatuhnya posisi tim ke zona merah merupakan pil pahit bagi seluruh pendukung.
Sebagai bentuk apresiasi, manajemen memutuskan untuk memangkas harga tiket masuk pada dua pertandingan kandang terakhir.
Kebijakan ini diharapkan tetap memancing kehadiran penonton ke stadion meski posisi tim sudah tidak aman.
Untuk sisa laga melawan Persik Kediri dan Persebaya, akses tribun kini jauh lebih terjangkau bagi masyarakat.
Tiket tribun Utara dan Selatan kini dijual seharga Rp20 ribu dari harga normal yang mencapai Rp50 ribu.
Penurunan serupa juga berlaku di tribun Timur yang turun ke angka Rp20 ribu dari semula Rp100 ribu.
Harga tiket tribun Barat yang biasanya dibanderol Rp250 ribu kini disesuaikan menjadi Rp100 ribu saja.
Manajemen berharap atmosfer stadion tetap hangat demi memberikan dorongan moral terakhir bagi para pemain.
"Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk bangkit dan kembali lebih kuat," kata dia.
Semen Padang FC saat ini masih tertahan di peringkat 17 dengan raihan total hanya 20 poin.
Posisi tersebut memastikan mereka tidak mungkin lagi mengejar selisih poin untuk keluar dari zona merah.
Semen Padang FC dipastikan turun kasta setelah terjebak di posisi terbawah klasemen bersama PSBS Biak dan Persis Solo.
Hingga pekan-pekan terakhir, perolehan poin tim tidak mampu menyaingi rival terdekatnya yang berada di zona aman.
Degradasi ini menandai akhir perjalanan sulit tim Kabau Sirah di kompetisi liga kasta tertinggi musim 2025/2026.
