- I.League mengumumkan 17 klub Super League lolos lisensi, sementara PSBS Biak dinyatakan gagal memenuhi standar kompetisi musim 2025/2026.
- Sebanyak 11 klub Championship terancam sanksi pengurangan poin pada awal musim 2026/2027 karena belum memenuhi syarat lisensi wajib.
- Klub yang belum memenuhi lisensi diberikan kesempatan mengajukan banding atas keputusan tersebut hingga batas waktu 22 Mei 2026.
Suara.com - I.League resmi mengumumkan hasil Club Licensing untuk kompetisi musim 2025/2026.
Dari hasil evaluasi tersebut, sebanyak 17 klub Super League dinyatakan lolos lisensi, sementara 11 klub Championship justru belum memenuhi syarat dan terancam mendapat hukuman pengurangan poin pada awal musim 2026/2027.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan bahwa mayoritas klub Super League berhasil memenuhi standar yang telah ditetapkan operator kompetisi. Namun, hanya ada satu klub kasta tertinggi yang dipastikan gagal mendapatkan lisensi.
Klub tersebut adalah PSBS Biak. Tim asal Papua itu memang menjalani musim yang penuh masalah, mulai dari kendala markas hingga persoalan finansial internal.
Sepanjang musim ini, PSBS Biak tidak bisa bermain di kandang asli mereka di Papua dan harus bermarkas di Sleman.
Selain itu, klub juga diterpa isu keterlambatan pembayaran gaji pemain dan staf pelatih.
Dalam hasil lisensi tersebut, delapan klub Super League dinyatakan lolos penuh tanpa catatan, yakni PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persib Bandung, Persik Kediri, Borneo FC, Persita Tangerang, dan Dewa United.
Sementara itu, sembilan klub lainnya tetap dinyatakan lolos tetapi mendapat catatan administratif.

Klub-klub tersebut adalah Bhayangkara FC, Arema FC, Malut United, Bali United, Semen Padang FC, Madura United, Persis Solo, dan Persijap Jepara.
Selain Super League, I.League juga mengumumkan hasil lisensi untuk klub Championship.
Klub-klub yang promosi ke Super League diwajibkan mengantongi lisensi agar dapat tampil di kasta tertinggi musim depan.
Asep Saputra memastikan ada sembilan klub Championship yang telah memenuhi lisensi Super League, termasuk tiga tim promosi.
Klub-klub tersebut adalah Garudayaksa FC, PSS Sleman, Adhyaksa FC Banten, PSIM Yogyakarta, Barito Putera, Persipura Jayapura, Deltras FC, PSMS Medan, dan PSPS Pekanbaru.
“Tiga klub promosi sudah mendapatkan lisensi, jadi posisi mereka aman. Sementara klub lain yang lolos lisensi meski tidak promosi tetap memiliki nilai tambah tersendiri,” kata Asep Saputra kepada awak media.
Di sisi lain, FC Bekasi City menjadi satu-satunya klub Championship yang meraih status lolos dengan kategori granted.
Sebaliknya, 11 klub lainnya masih gagal memenuhi persyaratan wajib dalam kategori A.
Kondisi itu membuat mereka berpotensi menerima sanksi pengurangan poin pada awal musim depan.
“Sesuai dengan regulasi, klub-klub yang gagal memenuhi A, kita sampaikan ada konsekuensi sanksi, yang nantinya memang belum akan kita proporsikan di hukum di sana,” jelas Asep Saputra.
“Kita tidak umumkan sekarang, tapi mungkin teman-teman media pada waktunya akan melihat ketika kita merilis musim baru di klasemen bisa ada tim yang memulai dengan minus poin.”
Meski demikian, klub-klub yang belum lolos masih diberi kesempatan mengajukan banding hingga 22 Mei 2026.
“Jadi sekali lagi ini baru keputusan tingkat pertama, tapi klub diberikan masa untuk banding atas keputusan ini sampai tanggal 22 Mei,” ucap Asep.
“Kalau ada yang banding, kalau tidak ada yang banding, tetap sama. So far belum ada. Jikalau ada yang banding, data final 22 Mei 2026.”
Asep juga menyoroti perkembangan positif klub-klub dari Liga Nusantara. Menurutnya, sejumlah tim mulai menunjukkan progres dalam proses profesionalisasi klub.
“Ada empat klub dari Liga Nusantara yang sudah menjalani lisensi Championship dan tiga di antaranya granted. Ini menunjukkan arah pembinaan yang baik,” tuturnya.
Sebagai tambahan, delapan klub juga sukses mendapatkan lisensi AFC Champions League Two dengan status full granted.
Klub-klub tersebut adalah PSM Makassar, Dewa United, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Borneo FC, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Persita Tangerang.
Sementara klub yang lolos dengan catatan administratif untuk lisensi ACL 2 adalah Bhayangkara FC, Bali United, Arema FC, Malut United, Semen Padang FC, Madura United, Persis Solo, dan Persijap Jepara.