-
Pendukung setia Persija Jakarta menuntut perombakan total manajemen mulai dari Presiden hingga Manajer.
-
Kegagalan menjuarai liga dan kekalahan dari Persib menjadi pemicu kemarahan besar The Jakmania.
-
Sosok Prapanca, Bambang Pamungkas, dan Ardi Tjahjoko didesak segera mundur dari posisi mereka.
Suara.com - Kekecewaan mendalam tengah dirasakan pendukung Persija Jakarta usai gagal memenuhi target juara di Super League 2025/2026. Pentolan The Jakmania, Irlan Alarancia atau yang akrab disapa Abi Irlan, secara terbuka meminta adanya perombakan besar-besaran di tubuh Macan Kemayoran.
Menurut Abi Irlan, perubahan di Persija tidak cukup hanya menyentuh sektor pemain ataupun pelatih. Ia menilai struktur manajemen klub juga harus dibenahi total, termasuk posisi Presiden Klub yang saat ini ditempati Mohamad Prapanca.
Meski Persija tampil lebih baik dibanding musim lalu dan hampir dipastikan finis di posisi ketiga klasemen, hasil tersebut tetap dianggap gagal karena target utama klub adalah meraih gelar juara.

Situasi makin menyakitkan bagi The Jakmania karena Persija dua kali tumbang dari rival abadinya, Persib Bandung, sepanjang musim ini. Macan Kemayoran kalah 0-1 pada pertemuan pertama sebelum kembali takluk 1-2 di laga kedua.
Ironisnya, The Jakmania kini harus melihat peluang besar Persib meraih gelar juara liga untuk ketiga kalinya secara beruntun. Saat ini Maung Bandung memimpin klasemen sementara dengan koleksi 75 poin dan unggul head to head atas Borneo FC Samarinda.
"Kalau mau dibilang dirombak, ya bagi gua wajib dirombak. Malah dirombak bukan hanya ke pelatih, bukan hanya ke pemain ya, tapi dirombak juga dari presiden klubnya,” kata Abi Irlan kepada wartawan.

Ia secara tegas meminta Mohamad Prapanca mengakhiri masa jabatannya sebagai direktur karena dinilai gagal membawa Persija kembali berjaya.
Tak hanya itu, legenda hidup Persija, Bambang Pamungkas, juga ikut mendapat sorotan tajam. Ia menyebut posisi Bepe di dalam manajemen tidak jelas.
“Prapanca gua rasa udah cukup tahun ini dan dia harus mundur. Bambang Pamungkas, mohon maaf Bepe, posisi Mas Bambang juga gua lihat di sini nggak tahu sebagai apa. Gua rasa juga gagal, Mas Bepe sudah harus mundur,” ucapnya.
Desakan mundur juga diarahkan kepada Manajer Persija, Ardi Tjahjoko. Abi Irlan menilai sosok purnawirawan TNI AU tersebut gagal menunjukkan kepemimpinan di tengah tekanan yang dihadapi tim.
“Pak Ardi, gua rasa juga harus mundur. Karena Pak Ardi gua melihat bukan seorang ksatria ya, walaupun beliau dari TNI. Bukan seorang petarung, bukan seorang pejuang, bukan seorang prajurit yang bisa meng-orkestra tarunanya, meng-orkestra prajuritnya di lapangan,” terang Abi Irlan.
“Tapi gua lihat di sini nggak ada, bahkan di pertandingan terakhir kemarin gua nggak melihat Pak Ardi nyamperin ke temen-temen, gua pun nggak melihat Bung Prapanca nyamperin ke temen-temen,” sambungnya.
Abi Irlan hanya memberikan apresiasi kepada Bambang Pamungkas karena masih mau menemui dan mendengarkan aspirasi suporter setelah pertandingan.
“Yang hanya nyamperin Mas Bepe doang. Gua terima kasih buat Mas Bepe sudah mau mendengarkan masukan anak-anak, kritikan anak-anak, bahkan cacian anak-anak. Jadi gua harap terakhir untuk Mas Bepe, Mas Panca, Pak Ardi, cukup tahun ini. Rombak total manajemen Persija,” tambah dia.
Terkait posisi pelatih, Abi Irlan menyerahkan keputusan kepada manajemen baru nantinya. Ia menegaskan The Jakmania hanya ingin Persija membangun skuad yang lebih kompetitif untuk musim depan.