Son Heung-min Pamit di Piala Dunia 2026, Beban Berat Cetak Sejarah Buat Korea Selatan

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 27 Mei 2026 | 12:19 WIB
Son Heung-min Pamit di Piala Dunia 2026, Beban Berat Cetak Sejarah Buat Korea Selatan
Striker timnas Korea Selatan, Son Heung-min (kanan) bersalaman dengan pemain Vietnam pasca laga uji coba internasional dalam periode FIFA Matchday Oktober 2023 di Suwon World Cup Stadium, Selasa (17/10/2023). [Facebook: VFF]
baca 10 detik
  • Son Heungmin mengisyaratkan bahwa Piala Dunia 2026 kemungkinan besar menjadi turnamen internasional terakhirnya.

  • Kepindahan Son ke klub MLS LAFC didasari motivasi persiapan matang menghadapi Piala Dunia.

  • Kapten Korea Selatan ini menekankan pentingnya filosofi semangat juang (tuhon) demi mengulang sukses 2002.

Suara.com - Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heungmin, menatap Piala Dunia 2026 sebagai panggung penutup karier internasionalnya yang legendaris. Bintang LAFC ini bertekad melampaui sekat generasi demi mengulang kejayaan historis semifinalis tahun 2002 silam.

Langkah Son ke Amerika Utara bukan sekadar perpindahan klub, melainkan investasi strategis demi mematangkan persiapan fisiknya. Kehadirannya di Major League Soccer sekaligus menjadi magnet emosional bagi ratusan ribu warga keturunan Korea di Amerika Serikat.

Komposisi skuad berjuluk Taegeuk Warriors kini mengalami pergeseran masif dengan dominasi pemain muda yang masih belia saat Son melakoni debutnya. Dinamika ini menempatkan sang penyerang veteran sebagai jembatan krusial antara tradisi masa lalu dan ambisi masa depan.

Son Heung-min, eks Tottenham Hotspur resmi diperkenalkan sebagai rekrutan baru LAFC. (Yonhap)
Son Heung-min, eks Tottenham Hotspur resmi diperkenalkan sebagai rekrutan baru LAFC. (Yonhap)

Turnamen edisi ke-23 ini bakal terasa emosional mengingat faktor usia Son yang telah menginjak 33 tahun. Ia menyadari kesempatan emas untuk mengukir tinta emas bersama negaranya kini berada di titik nadir.

Pemain yang identik dengan senyuman ini menegaskan komitmennya untuk tampil tanpa beban demi memimpin rekan-rekannya di lapangan. Fokus utamanya adalah menyatukan kembali dukungan kolektif dari seluruh elemen masyarakat Korea.

"Hal pertama yang ada di pikiran saya adalah bahwa ini merupakan impian masa kecil saya. Piala Dunia pertama yang saya tonton – Piala Dunia '98 – saya tidak mengingatnya dengan jelas. Piala Dunia pertama yang benar-benar saya alami adalah Piala Dunia 2002. Saya selalu menanamkan dalam pikiran bahwa saya ingin menjadi pemain sepak bola dan berpartisipasi dalam festival sepak bola akbar seperti itu. Sekarang ini adalah Piala Dunia keempat saya sebagai pemain dan saya menganggapnya sebagai suatu kehormatan nyata untuk memiliki kesempatan lain dalam mewujudkan impian saya," ujar Son Heungmin saat diwawancarai FIFA.

Selebrasi gol Son Heung-min ketika Korea Selatan mengalahkan Singapura 7-0 dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. [Foto: X @theKFA]
Selebrasi gol Son Heung-min ketika Korea Selatan mengalahkan Singapura 7-0 dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. [Foto: X @theKFA]

Keputusan Son meninggalkan Tottenham Hotspur menuju LAFC pada Agustus lalu terbukti menjadi katalisator penting bagi antusiasme sepak bola di Los Angeles. Wilayah yang dihuni lebih dari 300.000 warga Korea tersebut kini menjadi basis dukungan domestik kedua bagi sang kapten.

Adaptasi kilat di kompetisi Amerika Serikat memberikan keuntungan tersendiri bagi Son untuk membaca atmosfer pertandingan lokal. Ia berharap magis pelatih Hong Myungbo, yang dahulu memimpin generasi emas 2002, bisa kembali terulang di tanah Amerika.

"Piala Dunia adalah alasan terbesar kepindahan saya. Saya merasa sangat bersemangat. Saya ingin menjalani Piala Dunia hebat lainnya. Jika kami bermain di L.A., maka itu akan lebih baik lagi. Ketika saya pindah, saya bersemangat untuk membawa kegembiraan bagi komunitas Korea dan orang-orang yang tinggal di sana. Mereka membuat saya bangga menjadi orang Korea dan menjadi pemain untuk Korea. Itu sangat berarti bagi saya dan saya selalu ingin memberikan kembali semua yang saya miliki. Itulah mengapa saya selalu melakukan yang terbaik dan bermain dengan senyuman."

baca juga

Menghadapi ekspektasi publik yang tinggi, mantan penggawa Bundesliga ini menepis anggapan bahwa status ikon global menjadi beban mental. Baginya, kunci utama untuk melangkah lebih jauh dari babak 16 besar edisi sebelumnya adalah kesatuan visi.

Son meminta sokongan tanpa henti dari para suporter sebagai bahan bakar utama taktik di lapangan. Ia percaya bahwa sinergi antara pemain dan pendukung akan melahirkan kekuatan yang menakutkan bagi lawan.

"Saya rasa itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh tim sendirian. Semuanya benar-benar harus bersatu menjadi satu. Ucapan masyarakat Korea benar-benar memberikan kekuatan besar kepada para pemain. Untuk mencapai prestasi sehebat itu, setiap orang harus bersatu dalam hati dan pikiran mereka. Ini bisa menjadi Piala Dunia terakhir saya. Saya mengharapkan perjalanan yang indah."

"Saya tidak pernah menganggapnya sebagai beban. Saya selalu berpikir bahwa saya adalah seseorang yang bisa membawa kegembiraan bagi orang-orang, dan saya tetap rendah hati serta selalu melakukan yang terbaik. Tentu saja, ada rasa tanggung jawab, tetapi itu tidak terasa sebagai beban. Saya sebenarnya merasa sangat beruntung," ungkapnya mengenai tanggung jawab berat yang diembannya.

Kematangan emosional Son hari ini dibentuk oleh kegagalan pahit masa lalu, terutama saat debutnya di Brasil tahun 2014. Kekalahan telak dari Aljazair di masa muda menjadi titik balik krusial yang menumbuhkan mentalitas bertarungnya.

Dari sekian banyak nama yang berlaga satu dekade lalu, kini hanya tersisa Son dan penjaga gawang Kim Seunggyu di dalam tim. Pengalaman panjang tersebut memperkuat keyakinannya pada filosofi tuhon atau semangat juang murni sepak bola Korea.

"Itu selalu menjadi kalimat yang saya dengar ketika saya masih muda dan merupakan kalimat paling bermakna ketika saya bergabung dengan tim. Bahkan sekarang, saya pikir semangat juang adalah salah satu hal terpenting bagi kami. Keterampilan teknis dan kekuatan fisik jelas diperlukan, namun saat-saat di mana kami paling bersinar adalah saat semangat juang itu paling terlihat."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Rekan Setim, Wataru Endo Antusias Hadapi Belanda pada Piala Dunia 2026

Banyak Rekan Setim, Wataru Endo Antusias Hadapi Belanda pada Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:29 WIB

Daftar Hadiah Piala Dunia 2026: Juara Raup Rp890 Miliar, Terbesar Sepanjang Sejarah

Daftar Hadiah Piala Dunia 2026: Juara Raup Rp890 Miliar, Terbesar Sepanjang Sejarah

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:11 WIB

Lionel Scaloni Pusing 7 Keliling Timnas Argentina Diterpa Badai Cedera: Semoga Messi Sembuh

Lionel Scaloni Pusing 7 Keliling Timnas Argentina Diterpa Badai Cedera: Semoga Messi Sembuh

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:11 WIB

Terkini

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur

Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur

Jatim | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:28 WIB

Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir

Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Pelarian Berakhir! Buron Pembunuhan Wanita di Surabaya Ditangkap di Malaysia

Pelarian Berakhir! Buron Pembunuhan Wanita di Surabaya Ditangkap di Malaysia

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Persib Lolos dari Lobang Jarum Saat Lawan Dewa United, Igor Tolic Singgung Mental

Persib Lolos dari Lobang Jarum Saat Lawan Dewa United, Igor Tolic Singgung Mental

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:25 WIB

×