-
Bruno Fernandes menegaskan target utama timnas Portugal adalah memenangkan trofi Piala Dunia pertama mereka.
-
Cristiano Ronaldo yang berusia 41 tahun tetap menjadi pilar kunci dalam taktik Roberto Martinez.
-
Portugal mengawali langkah di Grup K melawan Kongo DR dengan modal peringkat lima FIFA.
Suara.com - Timnas Portugal memulai misi besar untuk mengakhiri dahaga trofi Piala Dunia sepanjang sejarah mereka. Bruno Fernandes menegaskan ambisi tinggi Seleccao das Quinas untuk mengukir tinta emas di panggung tertinggi jagat sepak bola.
Generasi emas ini tidak ingin lagi hanya menyandang status sebagai tim papan atas tanpa gelar juara dunia. Ambisi tersebut langsung diuji saat mereka menantang Kongo DR dalam laga pembuka Grup K di Houston.
Datang sebagai peringkat kelima FIFA, Portugal memikul ekspektasi besar di bawah asuhan Roberto Martinez. Mereka hanya berada di belakang raksasa dunia seperti Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris.

Gelandang andalan Manchester United, Bruno Fernandes, mengungkapkan bahwa seluruh elemen tim kini fokus pada target tunggal. Menghapus kutukan masa lalu menjadi misi utama armada Seleccao.
"Impian kami adalah menjadi juara dunia," ujar Fernandes kepada situs resmi FIFA.
"Kuncinya adalah fokus pada apa yang bisa kami lakukan untuk mengubah fakta bahwa Portugal belum pernah memenanginya dan menjadi tim pertama yang membawa pulang trofi Piala Dunia yang didambakan," tambahnya.
Sejarah mencatat pencapaian terbaik negara semenanjung Iberia ini hanyalah babak semifinal pada edisi 1966 dan 2006. 4 tahun lalu di Qatar, langkah mereka secara mengejutkan dihentikan oleh Maroko di perempat final.
![Bruno Fernandes resmi jadi Pemain Terbaik Liga Inggris 2026 usai mencetak 20 assist dan membawa Manchester United kembali lolos ke Liga Champions. [Dok. IG Premier League]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/24/53397-bruno-fernandes.jpg)
Perjalanan menuju putaran final kali ini dilewati dengan status sebagai juara Grup F kualifikasi. Skuad racikan Martinez mengemas 4 kemenangan, 1 hasil imbang, dan hanya menelan 1 kekalahan.
Satu-satunya hasil minor terjadi saat mereka takluk 2 gol tanpa balas dari Republik Irlandia di Dublin. Laga tersebut diwarnai kartu merah yang diterima oleh sang kapten, Cristiano Ronaldo.
Meski kini telah menginjak usia 41 tahun, Ronaldo tetap menjadi pilar krusial di lini depan Portugal. Pengaruh bintang Al Nassr tersebut dinilai belum pudar menjelang penampilan keenamnya di Piala Dunia.
"Merupakan hak istimewa besar bagi kami untuk memiliki Cristiano sebagai senegara, rekan 1 tim, dan pemain yang bisa membawa kami lebih dekat untuk memenangkan Piala Dunia," kata Fernandes memuji seniornya.
Fernandes menilai ketangguhan mental sang megabintang menjadi cetak biru yang sangat berharga bagi pemain muda. Etos kerja Ronaldo dinilai menjadi alasan utama sang pemain mampu bertahan di level tertinggi.
"Saya pikir kami selalu bisa belajar darinya. Dia telah menunjukkan ketangguhannya sepanjang kariernya. Dia memiliki mentalitas pemenang, dia tidak pernah puas dengan apa yang telah dicapainya, dan dia selalu berusaha untuk meraih lebih banyak," tutur mantan pemain Sporting CP tersebut.
"Itu semua adalah kualitas positif yang kami ambil dari kariernya," lanjut Fernandes mengagumi dedikasi rekannya.
Ronaldo memegang rekor dunia dengan catatan fantastis berupa 228 penampilan bersama tim nasional senior. Catatan impresif ini membuktikan dedikasi luar biasa yang dibutuhkan untuk terus bersaing di kompetisi elite.
"Fakta bahwa ia berhasil bermain selama 20 tahun menunjukkan bahwa semua itu dulu, dan masih, diperlukan untuk tampil di level tertinggi begitu lama. Faktor-faktor tersebut berjalan beriringan dengan bakat yang ia tunjukkan selama bertahun-tahun," jelas Fernandes.
Kini publik sepak bola menanti apakah kombinasi pemain muda berbakat dan pemain veteran mampu berbicara banyak. Fernandes berharap sang kapten bisa kembali menjadi mesin gol utama di turnamen ini.
"Lebih dari segalanya, saya berharap dia bisa mereplikasinya bersama kami di Piala Dunia, membantu kami seperti yang selalu dia lakukan, mencetak lebih banyak gol dan membawa kami lebih dekat ke tujuan kami," pungkasnya.
Portugal sebelumnya telah berhasil mengamankan gelar prestisius seperti Euro 2016 dan UEFA Nations League 2025. Namun, trofi Piala Dunia tetap menjadi satu-satunya pencapaian besar yang belum pernah mampir ke lemari juara mereka.
Kegagalan beruntun di masa lalu kini diubah menjadi motivasi berlipat ganda bagi skuad asuhan Roberto Martinez. Pertandingan perdana melawan Kongo DR akan menjadi indikator awal kesiapan mereka merebut takhta tertinggi dunia.