- Tim nasional RD Kongo menahan imbang Portugal dengan skor 1-1 pada laga pembuka Piala Dunia 2026.
- Gol penyeimbang dari Yoane Wissa memicu perayaan meriah oleh masyarakat di jalanan ibu kota Kinshasa.
- Ribuan warga di kamp pengungsi Musasa turut merayakan hasil pertandingan sebagai momen pemersatu emosi yang membanggakan.
Suara.com - Hasil imbang 1-1 antara RD Kongo dan Portugal pada laga pembuka Piala Dunia 2026 disambut layaknya kemenangan besar oleh masyarakat di sana.
Gol penyeimbang dari Yoane Wissa menjadi momen yang paling dirayakan, baik di stadion maupun di berbagai titik perayaan suporter.
Di Kinshasa, ratusan orang turun ke jalan merayakan hasil tersebut dengan membawa bendera dan bernyanyi bersama.
Di ibu kota Kinshasa, suasana berubah menjadi pesta jalanan setelah peluit panjang dibunyikan.
Sorak-sorai, nyanyian, dan tarian mewarnai malam sebagai bentuk kebanggaan atas performa tim nasional.

“Ini hasil yang sangat memuaskan,” ujar salah satu suporter yang larut dalam euforia di jalanan kota seperti dilansir dari RMC Sport.
Bagi banyak pendukung, satu poin melawan Portugal sudah dianggap seperti kemenangan bersejarah.
Kebahagiaan juga terasa hingga ke kamp pengungsi Musasa, di mana ribuan warga turut merayakan gol penyeimbang RD Kongo.
Momen tersebut disebut sebagai bukti bahwa sepak bola mampu menyatukan emosi di tengah kondisi sulit.
Ketika Wissa mencetak gol, para pengungsi dilaporkan langsung bernyanyi dan menari bersama.
Suasana tersebut menggambarkan betapa besar dampak emosional yang ditimbulkan oleh pertandingan tersebut.