- Neymar Jr kembali tampil membela Brasil saat mengalahkan Skotlandia 3-0 di Miami Stadium dalam laga terakhir Grup C.
- Penampilan tersebut mencatatkan sejarah bagi Neymar sebagai pemain keempat Brasil yang tampil di empat edisi Piala Dunia.
- Vinicius Jr mencetak dua gol dan Bruno Guimaraes menyumbang dua assist, mengantarkan Brasil lolos sebagai juara Grup C.
Suara.com - Kembalinya Neymar Jr ke lapangan bersama Timnas Brasil menjadi salah satu momen paling berkesan dalam kemenangan 3-0 atas Skotlandia pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026.
Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-76, Neymar resmi mencatatkan sejarah baru dalam karier internasionalnya.
Penampilan tersebut membuatnya menjadi pemain keempat Brasil yang tampil di empat edisi Piala Dunia berbeda, menyamai pencapaian legenda Selecao seperti Pelé, Cafu, dan Djalma Santos.
Menurut data Opta, laga di Miami Stadium itu juga mengakhiri penantian panjang Neymar yang kembali membela Brasil setelah absen selama 981 hari akibat cedera.
Neymar Masuk Jajaran Legenda Brasil
![Neymar tetap menjadi sorotan saat Brasil menjalani laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Maroko, meski hanya duduk di bangku cadangan. [@fifaworldcup_pt]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/14/37259-neymar.jpg)
Penampilan melawan Skotlandia menjadi laga ke-14 Neymar di putaran final Piala Dunia sepanjang kariernya.
Catatan tersebut semakin mengukuhkan status sang megabintang sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Brasil.
Kehadirannya di skuad juga menjadi suntikan moral penting bagi tim asuhan Carlo Ancelotti yang tengah memburu gelar juara dunia keenam.
Meski hanya bermain di menit-menit akhir pertandingan, Neymar sempat memberikan warna dalam serangan Brasil dan hampir mencatatkan assist untuk Vinicius Jr. Namun peluang tersebut berhasil digagalkan kiper Skotlandia, Angus Gunn.
Vinicius Jr Kembali Bersinar
Sebelum momen comeback Neymar menjadi sorotan, Vinicius Jr lebih dulu mencuri perhatian lewat penampilan impresifnya di sepanjang pertandingan.
Bintang Real Madrid tersebut mencetak dua gol yang membawa Brasil menguasai jalannya laga sejak babak pertama.
Gol pembuka lahir pada menit ketujuh setelah memanfaatkan kesalahan Scott McKenna, sebelum menggandakan keunggulan melalui sundulan menjelang turun minum.
Berkat tambahan dua gol tersebut, Vinicius mencatatkan rekor sebagai pemain kelima Brasil yang mampu mencetak gol dalam seluruh pertandingan fase grup pada satu edisi Piala Dunia.
Ia juga menyamai catatan legenda Brasil seperti Jairzinho, Romario, Ronaldo Nazario, dan Rivaldo dalam daftar pemain yang konsisten mencetak gol di fase grup.
Bruno Guimarães Jadi Motor Permainan Brasil
Dominasi Brasil turut ditopang performa impresif Bruno Guimarães di lini tengah. Gelandang Newcastle United itu menyumbangkan dua assist yang berperan besar dalam terciptanya gol-gol Selecao.
Gol ketiga Brasil lahir pada menit ke-60 melalui penyelesaian Matheus Cunha setelah menerima umpan matang dari Guimarães.
Keunggulan tiga gol membuat Brasil tampil semakin nyaman hingga peluit panjang dibunyikan.
Carlo Ancelotti pun leluasa melakukan rotasi pemain, termasuk memberikan menit bermain bagi Neymar yang baru pulih dari cedera panjang.
Brasil Lolos sebagai Juara Grup C
Kemenangan atas Skotlandia memastikan Brasil melaju ke babak 32 besar sebagai juara Grup C dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Hasil tersebut sekaligus memperpanjang tradisi impresif Selecao yang selalu mampu finis sebagai juara grup di putaran final Piala Dunia sejak edisi 1982.
Secara statistik, Brasil tampil dominan dengan melepaskan 11 tembakan pada babak pertama, jumlah terbanyak mereka di fase grup sejak Piala Dunia 2018.
Di sisi lain, Skotlandia harus puas finis di peringkat ketiga dengan tiga poin dan masih menunggu peluang lolos melalui jalur tim peringkat ketiga terbaik.
Dengan performa yang semakin solid serta kembalinya Neymar ke dalam skuad, Brasil semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.
Kini, perhatian publik tertuju pada langkah Selecao di fase gugur dan apakah mereka mampu mengakhiri turnamen dengan trofi dunia keenam.
