- Lionel Scaloni menjelaskan alasan dirinya tidak merayakan gol secara ekspresif saat mendampingi Timnas Argentina di Piala Dunia 2026.
- Scaloni mengungkapkan kebiasaan pribadinya berupa ritual masuk lapangan dengan kaki kanan serta melakukan tanda salib sebelum pertandingan dimulai.
- Pelatih Argentina menyiapkan strategi rotasi pemain, termasuk memainkan Lionel Messi sebagai cadangan saat menghadapi Yordania di fase gugur.
Suara.com - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, akhirnya buka suara soal kebiasaannya yang jarang merayakan gol timnya di Piala Dunia 2026.
Dalam konferensi pers jelang laga kontra Yordania, ia menegaskan bahwa sikap tersebut bukan karena tak bahagia, melainkan cara berbeda dalam mengekspresikan emosi.
Scaloni mengungkapkan satu-satunya ritual yang ia lakukan sebelum pertandingan.
“Saya masuk ke lapangan dengan kaki kanan dan membuat tanda salib, mungkin itu bisa disebut kebiasaan,” ujarnya dikutip dari TycSport.
Terkait selebrasi gol yang kerap dipertanyakan, pelatih asal Argentina itu memberikan penjelasan jujur.
“Saya merayakannya dengan cara saya. Di dalam hati, saya sangat senang, tapi momen itu kadang membuat saya berpikir,” katanya.
![Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengalami momen emosional saat konferensi pers jelang laga pembuka Piala Dunia 2026. [@telefe]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/16/86976-lionel-scaloni.jpg)
Ia bahkan mengaku sering tertegun saat melihat momen di lapangan.
“Kadang Anda melihat sesuatu yang tidak normal dan Anda berpikir, ‘Ini tidak mungkin terjadi’,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Scaloni juga memastikan bahwa Lionel Messi akan memulai laga dari bangku cadangan saat menghadapi Yordania.
Meski demikian, sang kapten diperkirakan tetap tampil di babak kedua.
Selain itu, Scaloni menyebut Emiliano Martínez kemungkinan besar akan menjadi starter.
Sementara kondisi Cristian Romero dilaporkan membaik setelah cedera dan berpeluang tampil di babak 16 besar.
Laga melawan Yordania menjadi penentu langkah Argentina di fase gugur.
Scaloni pun mengaku sudah menyiapkan strategi rotasi untuk menjaga keseimbangan tim di tengah padatnya jadwal Piala Dunia 2026.
