-
Brasil lolos dramatis ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Jepang 2-1.
-
Gol Casemiro dan Gabriel Martinelli membalikkan keadaan setelah Brasil tertinggal gol Kaishu Sano.
-
Carlo Ancelotti memuji kesabaran tim dan kontribusi krusial para pemain dari bangku cadangan.
Suara.com - Timnas Brasil mengamankan tiket babak 16 besar Piala Dunia 2026 lewat kemenangan dramatis atas Jepang. Skuad Selecao bangkit dari situasi tertinggal sebelum mengunci keunggulan tipis di Stadion Houston.
Perlawanan sengit Jepang sempat mengejutkan raksasa Amerika Selatan ini sejak menit awal pertandingan. Namun, ketenangan strategi terbukti menjadi pembeda utama dalam laga krusial babak 32 besar ini.
Kombinasi taktik jitu dan pergantian pemain yang efektif menyelamatkan muka Brasil dari ancaman babak perpanjangan waktu. Kemenangan ini sekaligus menegaskan mentalitas tangguh anak asuh Carlo Ancelotti dalam menghadapi tekanan besar.
![Timnas Brasil memastikan diri lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup C setelah mengalahkan Skotlandia 3-0 di Hard Rock Stadium, Miami, Kamis (25/6/2026) dini hari WIB. [Hannah Peters/FIFA/Getty Images]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/25/61444-timnas-brasil.jpg)
Jepang sempat memimpin jalannya laga setelah Kaishu Sano berhasil menjebol gawang Selecao terlebih dahulu. Gol pembuka tersebut langsung memicu respons agresif dari para pemain Brasil yang enggan menyerah begitu saja.
Casemiro kemudian muncul sebagai pemecah kebuntuan untuk menyamakan kedudukan menjadi imbang. Kepastian kemenangan baru mengunci bagi Brasil setelah Gabriel Martinelli mencetak gol penentu pada masa injury time.
Keberhasilan membalikkan kedudukan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari sang juru taktik di pinggir lapangan. Evaluasi matang terhadap organisasi permainan lawan menjadi kunci perubahan skema sepanjang paruh kedua.
"Kami tidak kehilangan kesabaran. Kami memiliki banyak opsi, baik pemain di lapangan maupun di bangku cadangan. Jepang bukan lawan yang mudah, mereka sangat terorganisasi dan bermain dengan intensitas tinggi," kata Ancelotti dilansir laman resmi FIFA usai pertandingan, Selasa (30/6/2026).
Neymar sebenarnya diplot menjadi senjata rahasia andai pertandingan tidak selesai dalam waktu normal. Beruntung, gol cepat di menit akhir membuat skenario melelahkan tersebut tidak perlu dilakukan.
"Saya menyimpan Neymar untuk perpanjangan waktu. Dia akan masuk pada menit ke-105 bila kami tidak mencetak gol kedua. Saya tidak ingin mengubah struktur tim karena kami bermain dengan baik," ujarnya.
Gabriel Martinelli selaku penentu kemenangan mengaku sangat emosional setelah memastikan timnya lolos ke fase berikutnya. Kerja kerasnya sepanjang babak kedua terbayar lunas lewat sontekan penentu di detik-detik akhir.
"Setelah bola saya sempat membentur tiang, saya yakin akan mendapatkan kesempatan lagi. Yang terpenting adalah saya bisa membantu tim, baik bermain di sisi kiri maupun di tengah," tutur Martinelli.
Pilar senior lini tengah juga sepakat bahwa kedalaman skuad menjadi modal paling berharga saat ini. Karakter pantang menyerah dinilai menjadi fondasi utama yang wajib dipertahankan ke depan.
"Di Piala Dunia, kontribusi pemain dari bangku cadangan sangat penting. Endrick bermain sangat baik, Martinelli kembali menunjukkan kualitasnya, dan Rayan juga menjalankan perannya dengan sangat baik. Inilah semangat yang kami butuhkan untuk menjuarai Piala Dunia," kata Casemiro.
Kemenangan tipis 2-1 di Houston ini membawa konsekuensi penting bagi langkah Brasil selanjutnya di turnamen. Mereka kini menunggu calon lawan di babak 16 besar antara Pantai Gading atau Norwegia.
Tantangan berikutnya dipastikan bakal menguji konsistensi lini belakang Selecao yang sempat kecolongan di awal laga. Publik kini menanti efektivitas taktik Ancelotti dalam meramu skuad bertabur bintang tersebut.
