Prabowo Sebut Bos-bos BUMN Banyak Ngarang Soal Laporan Keuangan: Bilang Untung Padahal Rugi

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:05 WIB
Prabowo Sebut Bos-bos BUMN Banyak Ngarang Soal Laporan Keuangan: Bilang Untung Padahal Rugi
Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Foto tangkapan layar.
baca 10 detik
  • Prabowo sebut banyak BUMN rugi tetapi laporan keuangannya mengaku untung.
  • Pemerintah buka opsi mengusut direksi BUMN selama 30 tahun terakhir.
  • Prabowo ungkap pemerintah telah menutup 290 BUMN tak produktif.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menilai masih banyak perusahaan pelat merah yang tidak produktif, bahkan terus mengalami kerugian meski dalam laporan keuangan justru tercatat membukukan keuntungan.

Sorotan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 dan Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengaku geram dengan kondisi sejumlah BUMN yang dinilainya tidak mencerminkan kinerja sebenarnya. Menurut dia, terlalu banyak perusahaan negara yang tidak produktif tetapi tetap melaporkan kinerja positif.

"Kalau saya laporkan semuanya saya takut rakyat kita marah. Terlalu banyak BUMN tidak produktif, rugi terus, laporannya untung. Ngarang aja tuh laporannya," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, persoalan tersebut menunjukkan adanya masalah serius dalam tata kelola perusahaan negara. Ia menilai masih terdapat BUMN yang menjalankan aktivitas bisnis tanpa rasa tanggung jawab terhadap negara.

"BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya, tidak bertanggung jawab ke bangsa dan negara, pemerintah tidak dianggap. Saya tidak paham kenapa terjadi seperti ini," ujarnya.

Prabowo bahkan membuka kemungkinan dilakukannya penyelidikan terhadap pengelolaan BUMN selama tiga dekade terakhir. Ia menyebut pemerintah dapat mempertimbangkan pembentukan pengadilan ad hoc untuk mengusut para pengurus dan direksi BUMN yang diduga bermasalah.

"Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad hoc khusus untuk kita usut pengurus-pengurus direksi 30 tahun ke belakang," kata Prabowo.

Namun, Prabowo juga membuka ruang bagi pihak-pihak yang mengakui kesalahan untuk mendapatkan amnesti. Menurutnya, keputusan mengenai pemberian amnesti tersebut dapat dibahas bersama lembaga legislatif.

baca juga

"Tapi saya juga akan menghadapi majelis, DPR kalau perlu kita beri peluang amnesti untuk mereka yang tobat, sadar, mengakui, nah ini saya serahkan kepada wakil rakyat untuk memutuskan," ujarnya.

Prabowo juga menyoroti hubungan kerja sama antara BUMN dengan perusahaan asing. Ia mengatakan pemerintah tengah melakukan pembenahan agar praktik-praktik yang dinilai tidak sehat dalam kerja sama tersebut dapat dihentikan.

"Kita kena masalah, banyak perusahaan asing kan kerja sama dengan BUMN kita jadi kita harus hilangkan permainan-permainan ini," katanya.

Presiden menegaskan pembenahan BUMN menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memperbaiki tata kelola perusahaan negara. Ia menilai perusahaan pelat merah seharusnya memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan masyarakat, bukan justru menjadi sumber persoalan.

Sebagai bagian dari restrukturisasi, Prabowo mengungkapkan pemerintah telah menutup ratusan BUMN. Langkah tersebut disebut sebagai upaya merampingkan dan membenahi perusahaan milik negara yang dinilai tidak lagi produktif.

"Tapi saya dengan bangga hari ini saya laporkan hari ini kita telah menutup 290 BUMN," pungkas Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hampir 2 Tahun Pemerintah, Prabowo Sadar Belum Semua Persoalan dan Janji Terselesaikan

Hampir 2 Tahun Pemerintah, Prabowo Sadar Belum Semua Persoalan dan Janji Terselesaikan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 10:55 WIB

Prabowo Klaim Indonesia Tak Lagi Impor Solar, Devisa Rp170 Triliun Bisa Dihemat

Prabowo Klaim Indonesia Tak Lagi Impor Solar, Devisa Rp170 Triliun Bisa Dihemat

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 10:51 WIB

Prabowo Klaim Swasembada Pangan Tercapai dalam Setahun, Target 4 Tahun Dipangkas

Prabowo Klaim Swasembada Pangan Tercapai dalam Setahun, Target 4 Tahun Dipangkas

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 10:41 WIB

Terkini

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

Kalbar | Minggu, 06 September 2026 | 22:18 WIB

Imbas Hujan Abu Anak Krakatau, Sekolah di Kota Serang Banten Besok Diliburkan

Imbas Hujan Abu Anak Krakatau, Sekolah di Kota Serang Banten Besok Diliburkan

Banten | Minggu, 06 September 2026 | 22:16 WIB

BRI Ingatkan Generasi Muda Waspadai Financial Scam Dengan 3 Prinsip Ini

BRI Ingatkan Generasi Muda Waspadai Financial Scam Dengan 3 Prinsip Ini

Riau | Minggu, 06 September 2026 | 22:15 WIB

Saat Kabut Asap Selimuti Sumsel, 455 Hotspot Terpantau di Area Izin Perusahaan Hutan

Saat Kabut Asap Selimuti Sumsel, 455 Hotspot Terpantau di Area Izin Perusahaan Hutan

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 22:12 WIB

BRI Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda Lewat Lampung Financial Festival 2026

BRI Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda Lewat Lampung Financial Festival 2026

Sumut | Minggu, 06 September 2026 | 22:12 WIB

BRI Dorong Anak Muda Gunakan Teknologi untuk Disiplin Mengatur Keuangan

BRI Dorong Anak Muda Gunakan Teknologi untuk Disiplin Mengatur Keuangan

Sumbar | Minggu, 06 September 2026 | 22:08 WIB

Paparan Abu Vulkanik, 2 Warga Serang Dirujuk ke Rumah Sakit

Paparan Abu Vulkanik, 2 Warga Serang Dirujuk ke Rumah Sakit

News | Minggu, 06 September 2026 | 22:08 WIB

BRI Bagikan Strategi Kelola Keuangan untuk Generasi Muda di Era Digital

BRI Bagikan Strategi Kelola Keuangan untuk Generasi Muda di Era Digital

Sulsel | Minggu, 06 September 2026 | 22:06 WIB

8 Bandara Ditutup Dampak Abu Gunung Anak Krakatau

8 Bandara Ditutup Dampak Abu Gunung Anak Krakatau

News | Minggu, 06 September 2026 | 22:04 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Guyur Pandeglang, Mata Perih Hingga Lidah Terasa Berpasir

Abu Vulkanik Anak Krakatau Guyur Pandeglang, Mata Perih Hingga Lidah Terasa Berpasir

Banten | Minggu, 06 September 2026 | 22:03 WIB

×