Deretan Rekor Memalukan Jerman usai Kalah dari Paraguay di Piala Dunia 2026

Arief Apriadi

Selasa, 30 Juni 2026 | 10:32 WIB
Deretan Rekor Memalukan Jerman usai Kalah dari Paraguay di Piala Dunia 2026
Jerman mencatat sederet rekor buruk usai disingkirkan Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Dari adu penalti hingga rekor kebobolan terburuk. [Instagram DFB]
baca 10 detik
  • Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026 di Boston Stadium setelah kalah adu penalti 3-4 melawan Paraguay.
  • Kekalahan ini mencatat rekor buruk Jerman yang gagal menembus babak 16 besar untuk ketiga kalinya secara beruntun.
  • Statistik menunjukkan Jerman mencatat pertahanan terburuk serta kekalahan adu penalti pertama dalam sejarah Piala Dunia mereka.

Suara.com - Piala Dunia 2026 menjadi saksi runtuhnya pamor sepak bola Jerman setelah mereka disingkirkan Paraguay di babak 32 besar.

Bertanding di Boston Stadium, skuad asuhan Julian Nagelsmann harus angkat koper lebih awal usai kalah melalui drama adu penalti dengan skor 3-4.

Kekalahan ini tidak hanya menyakitkan bagi para pendukung Die Nationalelf, tetapi juga melahirkan sederet rekor buruk yang mencoreng sejarah panjang tim tersebut.

Berdasarkan data statistik resmi dari Opta, Jerman mencatat sejumlah rapor merah yang menunjukkan mereka tengah berada dalam salah satu periode terburuk di level internasional.

Hasil ini juga memastikan Jerman gagal menembus babak 16 besar untuk ketiga kalinya secara beruntun di ajang Piala Dunia.

Runtuhnya Rekor "Raja Adu Penalti"

Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Paraguay. Simak analisis tiga masalah utama yang membuat racikan Julian Nagelsmann gagal. [Dok. IG DFB Team]
Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Paraguay. Simak analisis tiga masalah utama yang membuat racikan Julian Nagelsmann gagal. [Dok. IG DFB Team]

Salah satu fakta paling mengejutkan adalah kekalahan Jerman dalam adu penalti, yang selama ini menjadi salah satu kekuatan mereka.

Sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia, ini merupakan pertama kalinya Jerman kalah dalam babak adu penalti.

Sebelumnya, Jerman selalu memenangi empat adu penalti yang mereka jalani di putaran final Piala Dunia.

baca juga

Catatan buruk ini juga menjadi kekalahan kedua Jerman dalam adu penalti di turnamen besar, setelah takluk dari Cekoslowakia pada final Euro 1976.

Kegagalan Kai Havertz dan Jonathan Tah dalam mengeksekusi penalti menjadi titik balik yang meruntuhkan harapan Die Nationalelf.

Rekor Pertahanan Terburuk

Masalah di lini belakang kembali menjadi sorotan. Menurut data Opta, Jerman kini resmi mencatat rekor pertahanan terburuk sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Gawang Jerman tercatat selalu kebobolan dalam 10 pertandingan terakhir secara beruntun di ajang Piala Dunia.

Rentetan tanpa clean sheet tersebut menjadi yang terpanjang sejak mereka pertama kali tampil di turnamen FIFA.

Rapuhnya pertahanan Jerman bahkan sudah terlihat sejak awal pertandingan. Tembakan Junior Alonso pada detik ke-63 menjadi tembakan tepat sasaran tercepat yang pernah dihadapi Jerman dalam sejarah Piala Dunia menurut catatan Opta.

Dominasi Statistik Berakhir Sia-sia

Jerman sebenarnya mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 75,4 persen sepanjang pertandingan melawan Paraguay.

Namun, angka tersebut justru tercatat sebagai penguasaan bola tertinggi ketiga dalam sejarah fase gugur Piala Dunia yang berakhir dengan kekalahan.

Tim asuhan Julian Nagelsmann juga melepaskan 21 tembakan, tetapi hanya menghasilkan nilai expected goals (xG) sebesar 1,49.

Perbedaan peringkat FIFA yang mencapai 31 posisi turut membuat hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Jerman yang berada di peringkat ke-10 dunia gagal mengatasi Paraguay yang menempati peringkat ke-41 FIFA.

Di balik kekecewaan tersebut, Florian Wirtz masih mampu mencatatkan tiga assist sepanjang turnamen.

Jumlah itu menjadi torehan assist terbanyak pemain Jerman dalam satu edisi Piala Dunia sejak Michael Ballack pada 2002.

Namun, catatan individu Wirtz tidak cukup menutupi kegagalan kolektif Die Nationalelf yang kembali tersingkir lebih awal.

Kini, masa depan Julian Nagelsmann sebagai pelatih kepala berada dalam sorotan meski kontraknya masih berlaku hingga 2028. Publik sepak bola Jerman pun menantikan langkah evaluasi dari federasi demi mengembalikan kejayaan Die Nationalelf.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analisis Kekalahan Jerman dari Paraguay: 3 Kesalahan Fatal Nagelsmann

Analisis Kekalahan Jerman dari Paraguay: 3 Kesalahan Fatal Nagelsmann

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:55 WIB

5 Fakta Menarik Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026

5 Fakta Menarik Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:45 WIB

Julian Nagelsmann Ogah Mundur usai Jerman Dipermalukan Paraguay di Piala Dunia 2026

Julian Nagelsmann Ogah Mundur usai Jerman Dipermalukan Paraguay di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:42 WIB

Saudara Kandung Bela Beda Negara, Kisah Unik Bintang Piala Dunia 2026

Saudara Kandung Bela Beda Negara, Kisah Unik Bintang Piala Dunia 2026

Your Say | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:38 WIB

Jepang Ikut Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Wakil Asia 'Kehilangan Muka'?

Jepang Ikut Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Wakil Asia 'Kehilangan Muka'?

Your Say | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:16 WIB

Terkini

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×