Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?

Ronald Seger Prabowo

Rabu, 01 Juli 2026 | 10:00 WIB
Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?
Bono cukup berhasil mengganggu konsentrasi Crysencio Summerville sehingga mampu membaca arah tendangan penalti pemain sayap asal Belanda itu dalam kemenangan adu penalti mereka. [Skysports]
baca 10 detik
  • Teknik penalti jeda langkah mengalami penurunan efektivitas pada Piala Dunia 2026 dengan tingkat keberhasilan di bawah lima puluh persen.
  • Profesor Geir Jordet menyebut penjaga gawang kini lebih mampu mengantisipasi pola eksekusi tersebut melalui analisis dan gerakan tipuan.
  • Persaingan kiper dan penendang terus berkembang sehingga pemain perlu memadukan berbagai teknik agar tetap sulit diprediksi lawan.

Suara.com - Teknik ancang-ancang penalti dengan jeda langkah (stutter) yang selama ini dikenal mampu meningkatkan peluang mencetak gol mulai dipertanyakan efektivitasnya setelah sejumlah eksekutor gagal memaksimalkan peluang pada Piala Dunia 2026.

Berdasarkan data yang dianalisis profesor psikologi sepak bola, Geir Jordet, teknik stutter mampu meningkatkan tingkat keberhasilan penalti hingga sekitar 10 persen dibandingkan ancang-ancang konvensional dalam lima musim Liga Premier Inggris. Namun, tren tersebut belum terlihat di Piala Dunia 2026.

Dari 11 penalti yang dieksekusi menggunakan teknik stutter sepanjang turnamen, enam di antaranya gagal berbuah gol.

Tingkat keberhasilan tersebut berada di bawah 50 persen, belum termasuk penalti Harry Kane yang harus diulang saat menghadapi Kroasia.

Jordet menilai perubahan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kemampuan para penjaga gawang dalam membaca pola eksekusi penalti.

Timnas Belanda saat menghadapi Maroko dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026. [Dok. IG OnsOranje]
Timnas Belanda saat menghadapi Maroko dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026. [Dok. IG OnsOranje]

"Sebagian besar eksekutor penalti kelas dunia menggunakan teknik stutter. Hingga beberapa waktu lalu, para kiper kesulitan menghadapinya. Kini mereka mulai menemukan cara untuk mengantisipasinya," kata Jordet kepada Sky Sports, Rabu (1/7/2026).

Menurut Jordet, banyak analis selama ini terlalu berfokus pada arah tendangan, padahal penalti dengan teknik stutter memiliki karakter yang berbeda dibandingkan tendangan dengan ancang-ancang biasa.

Perdebatan mengenai efektivitas teknik tersebut kembali mencuat setelah Jerman dan Belanda tersingkir melalui adu penalti. Sejumlah eksekutor dari kedua tim menggunakan teknik stutter, tetapi gagal menjalankan tugasnya.

Salah satu contoh paling menonjol adalah penampilan kiper Maroko, Bono, saat menghadapi Belanda. Bono dikenal sebagai spesialis adu penalti dengan catatan menggagalkan delapan dari 12 penalti terakhir yang dihadapinya.

baca juga

Alih-alih terpancing bergerak lebih awal, Bono justru menggunakan gerakan tipuan untuk mengganggu konsentrasi penendang. Strategi tersebut terbukti efektif saat menggagalkan penalti Justin Kluivert dan memberikan tekanan kepada Crysencio Summerville.

"Dia mampu memengaruhi pikiran eksekutor penalti dan menanamkan keraguan terhadap teknik yang mereka gunakan. Itu merupakan kemampuan luar biasa bagi seorang kiper," ujar Jordet.

Jordet mengungkapkan, Bono telah memperlihatkan kemampuan serupa saat menggagalkan penalti Erling Haaland pada 2021.

Meski penalti saat itu harus diulang karena posisi kakinya sedikit melewati garis gawang, Haaland kemudian mengubah pendekatan dalam mengeksekusi penalti.

Bono juga pernah mematahkan penalti Ivan Toney dalam ajang Saudi King's Cup. Setelah kegagalan tersebut, penyerang Inggris itu disebut turut mengubah gaya eksekusi penaltinya.

Menurut Jordet, persaingan antara penendang dan penjaga gawang terus berkembang seiring meningkatnya analisis data dan penyebaran informasi.

"Ini seperti perlombaan senjata. Siapa yang mampu beradaptasi lebih cepat akan memiliki keuntungan. Sejak awal Piala Dunia ini, saya melihat para kiper selangkah lebih unggul," katanya.

Meski demikian, Jordet menilai teknik stutter belum akan ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penalti tetap bergantung pada kemampuan penendang menjaga unsur kejutan.

"Yang terpenting adalah menjadi pemain yang sulit diprediksi sehingga kiper tidak mengetahui apa yang akan dilakukan selanjutnya," ujarnya.

Jordet menilai sejumlah pemain, seperti Mikel Oyarzabal dan Kylian Mbappe, mampu memadukan berbagai teknik eksekusi penalti sehingga sulit dibaca lawan.

Ia memperkirakan inovasi dalam teknik penalti masih akan terus berkembang sepanjang Piala Dunia 2026 seiring cepatnya penyebaran informasi dan adaptasi para pemain maupun penjaga gawang.

"Perkembangan taktik berlangsung sangat cepat. Saya yakin kita masih akan melihat perubahan selama turnamen ini berlangsung. Itulah salah satu hal yang membuat Piala Dunia selalu menarik," kata Jordet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda

Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:24 WIB

Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!

Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:21 WIB

Erling Haaland Buyarkan Mimpi Pantai Gading, Emerse Fae: Detail Kecil Jadi Pembeda di Piala Dunia

Erling Haaland Buyarkan Mimpi Pantai Gading, Emerse Fae: Detail Kecil Jadi Pembeda di Piala Dunia

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:55 WIB

Terkini

5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak

5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Kepala SPPG Dinonaktifkan Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Dumai

Kepala SPPG Dinonaktifkan Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Dumai

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:28 WIB

Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7

Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT

Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:22 WIB

Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda

Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang

Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar

Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar

Entertainment | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Presiden Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Presiden Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:12 WIB

Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa

Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa

Jawa Tengah | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Waspada, 159 Desa dan Kelurahan Berpotensi Rawan Karhutla di Riau

Waspada, 159 Desa dan Kelurahan Berpotensi Rawan Karhutla di Riau

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:09 WIB

×