-
Australia mengusung mentalitas tanpa kompromi menghadapi Mesir di babak 32 besar Piala Dunia.
-
Fokus utama lini belakang Socceroos adalah mematikan pergerakan bintang Liverpool, Mohamed Salah.
-
Pertahanan kokoh Australia bertekad menjaga gawang tetap suci sekaligus mengakhiri kebuntuan lini serang.
Suara.com - Laga hidup mati babak 32 besar Piala Dunia 2026 segera mempertemukan Australia dengan raksasa Afrika, Mesir. Lini pertahanan kokoh tim berjuluk Socceroos tersebut bersiap menghadapi ancaman nyata dari bintang Liverpool, Mohamed Salah.
Kondisi kebugaran Salah terus menjadi sorotan utama menjelang duel sengit yang akan berlangsung di Dallas ini. Sang penyerang sayap sempat absen latihan karena menjalani program pemulihan cedera hamstring bersama tim medis Mesir.
Meski demikian, barisan belakang Australia menegaskan tidak akan gentar dengan nama besar kapten Mesir tersebut. Mereka mengusung misi bermain agresif sejak menit awal demi mengamankan tiket ke babak berikutnya.

"Mungkin di luar lapangan ada rasa hormat, tapi di dalam lapangan tidak ada rasa hormat," ujar bek sayap Australia, Jordan Bos dikutip dari ESPN, Rabu (1/7/2026).
"Ini adalah makan atau dimakan. Begitulah cara semua orang akan memasuki pertandingan, dan begitulah cara saya akan memasuki pertandingan," tambahnya tegas.
Socceroos melangkah ke fase gugur dengan modal rekor pertahanan yang sangat impresif sepanjang turnamen. Mereka mencatatkan 2 kali clean sheet beruntun setelah membekuk Türkiye 2-0 dan menahan imbang Paraguay tanpa gol.
Kemampuan meredam penyerang top dunia telah dibuktikan oleh para talenta muda Australia di fase grup. Kini, fokus penuh dialihkan untuk mematikan pergerakan Mohamed Salah dan striker Manchester City, Omar Marmoush.
"Mo Salah adalah pemain top. Dia telah berada di puncak untuk waktu yang sangat lama," kata Bos melanjutkan.
"Kami pasti harus melihat bagaimana kami bisa menghentikannya dan Mesir. Kami sudah melakukan sedikit hal tentang itu, dan ini hanya menyempurnakan serta melihat apa yang ada di pikiran pelatih dan staf untuk membantu kami dalam hal itu," ungkapnya.
Gelandang senior Australia, Ajdin Hrusti, juga menegaskan bahwa timnya dalam kondisi siap tempur. Evaluasi mendalam telah dilakukan untuk membongkar taktik permainan agresif yang kemungkinan besar akan diterapkan Mesir.
"Kami menghormati setiap lawan," ucap Ajdin Hrusti.
"Tidak peduli siapa itu, kami akan siap, kami akan bersiap, dan fokus utamanya adalah kami, ini semua tentang kami, dan kami harus menyelesaikan pekerjaan," sambungnya.
Hrusti memprediksi Mesir akan langsung memberikan tekanan tinggi ke area pertahanan Australia sejak awal laga. Situasi tersebut diyakini akan menyisakan ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan Socceroos untuk mencetak gol.
"Dia memiliki karier yang hebat, dia telah melakukan banyak hal untuk Liverpool. Kami menghormati setiap lawan dan setiap pemain, tetapi fokusnya adalah kami, bukan? Ini tentang kami, apa yang akan kami lakukan, bagaimana kami akan mengelola clean sheet lainnya, dan bagaimana kami akan mencetak gol," tutur Hrusti.
"Saya pikir mereka akan menekan, saya pikir mereka akan mendorong ke depan, dan saya pikir akan ada sedikit ruang. Seperti tim dan negara lainnya, Anda harus menemukan ruang; beberapa di antara lini, beberapa di belakang, beberapa di tempat lain. Jadi ini adalah sesuatu yang akan kami persiapkan," tambahnya lagi.
Masalah produktivitas gol menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh anak asuh Graham Arnold. Australia tercatat belum mencetak gol lagi setelah gol terakhir dari Connor Metcalfe ke gawang Türkiye.
Kendati demikian, internal tim tetap optimistis ketajaman lini depan mereka akan kembali dalam laga krusial nanti. Sesi latihan terakhir difokuskan pada penyelesaian akhir guna memaksimalkan setiap peluang sekecil apa pun.
"Tidak banyak yang perlu dibenahi," cetus Bos dengan nada optimistis.
"Saya pikir gol-gol itu akan datang. Kami memiliki beberapa peluang [melawan Paraguay] dan pada hari yang berbeda, saya pikir kami akan mencetak gol," pungkasnya.
Pertandingan ini menjadi momentum pembuktian generasi baru Socceroos di panggung tertinggi sepak bola dunia internasional. Skuad Australia sengat antusias setelah memindahkan markas latihan mereka dari Berkeley menuju Dallas lebih awal.
Demam Piala Dunia kini kembali melanda publik Australia yang siap menggelar nonton bareng di berbagai sudut kota. Perbedaan waktu tidak menghalangi dukungan masif para suporter demi melihat tim kesayangan mereka melaju jauh.
"Semua orang akan keluar pada Jumat malam, mereka akan meninggalkan klub jam 3 dan bersiap untuk pertandingan jam 4 pagi," kelakar Hrusti menutup pembicaraan.
