Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Liberty Jemadu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
Tidak cukup hanya berpidato, keberhasil rencana Presiden Prabowo Subianto untuk 2027 ditentukan oleh kemampuan pemerintah mengembalikan kepercayaan sektor swasta. [Antara]
baca 10 detik
  • Pidato Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026, mengarahkan seluruh kekuatan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat.
  • Pemerintah melibatkan dunia usaha, pasar modal, dan perbankan sebagai mesin pertumbuhan untuk menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan yang merata.
  • Keberhasilan target pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh kemampuan pemerintah mengembalikan kepercayaan sektor swasta agar kembali berinvestasi secara nyata.

Suara.com - Dua pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR dan penyampaian RAPBN 2027 menunjukkan semakin jelasnya arah pembangunan ekonomi Indonesia untuk beberapa tahun ke depan.

Penilaian itu disampaikan Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian dan ia mengatakan pidato Prabowo itu adalah pidato negara pembangunan.

Ia menjelaskan sebelumnya diskusi ekonomi nasional di era Prabowo lebih banyak berfokus pada pengelolaan APBN, stabilitas makroekonomi, dan reformasi sektoral yang berdiri sendiri. Tapi dalam dua pidato terakhirnya, Prabowo menunjukkan upaya menyatukan berbagai kekuatan ekonomi nasional ke dalam satu tujuan yang lebih besar, yaitu peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Menurut saya, ini adalah pidato negara pembangunan. Bukan karena negara ingin menjadi pemain utama dalam seluruh aktivitas ekonomi, tetapi karena pemerintah sedang berusaha memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki bangsa ini dapat bergerak bersama menuju tujuan yang sama, yaitu pertumbuhan yang lebih tinggi, lapangan kerja yang lebih luas, dan kesejahteraan yang lebih merata,” kata Fakhrul di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Fakhrul melihat, pidato ekonomi Presiden tahun ini sebagai upaya membangun optimisme dan arah yang lebih jelas bagi perekonomian nasional.

“Kalau saya harus merangkum pidato ini dalam satu kalimat, saya akan mengatakan bahwa pemerintah sedang berusaha memastikan seluruh kekuatan ekonomi Indonesia, baik pemerintah, dunia usaha, pasar modal, perbankan, BUMN maupun masyarakat dapat bergerak bersama untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih luas,” jelas dia.

Fakhrul menilai, berbagai inisiatif yang muncul dalam pidato Presiden sesungguhnya tidak berdiri sendiri. Inisiatif tersebut mulai dari Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), Danantara Development Management Fund, Indonesia Financial Center (IFC), bursa komoditas strategis, bank emas, hingga reformasi pasar modal.

Menurutnya, salah satu hal yang menarik dari pidato Presiden adalah pembangunan tidak lagi semata-mata diletakkan di atas APBN.

Ia melihat, pemerintah mulai menempatkan dunia usaha, pasar modal, sistem keuangan, BUMN, sumber daya alam, dan masyarakat sebagai bagian dari mesin pertumbuhan yang sama.

baca juga

Karena itu, menurut Fakhrul, pesan penting yang muncul dalam pidato tahun ini adalah bahwa pembangunan ekonomi bukan lagi semata persoalan belanja pemerintah, tetapi bagaimana menciptakan lingkungan yang membuat seluruh pelaku ekonomi memiliki ruang untuk tumbuh.

Lebih lanjut, Fakhrul memandang salah satu ujian terbesar dari visi pembangunan yang disampaikan Presiden adalah kemampuan mengembalikan kepercayaan dunia usaha.

Ia mengingatkan bahwa pengalaman semester pertama tahun ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi relatif lebih banyak ditopang oleh aktivitas pemerintah, sementara sektor manufaktur dan beberapa sektor produktif lainnya masih menghadapi tekanan.

"Pemerintah dapat menjadi katalis, tetapi pemerintah tidak bisa menjadi satu-satunya mesin pertumbuhan. Pada akhirnya keberhasilan target pertumbuhan ekonomi akan ditentukan oleh seberapa besar sektor swasta kembali berinvestasi, memperluas kapasitas produksi, dan menciptakan lapangan kerja baru,” kata Fakhrul.

Karena itu, menurutnya, berbagai reformasi yang diumumkan harus diterjemahkan menjadi perbaikan iklim usaha yang nyata.

Meski memberikan apresiasi terhadap arah besar yang disampaikan pemerintah, Fakhrul menilai pasar masih menunggu rincian mengenai tahapan implementasi berbagai agenda tersebut.

“Visinya semakin jelas. Tetapi investor dan pelaku usaha biasanya tidak hanya bertanya ke mana kita akan pergi. Mereka juga ingin tahu bagaimana cara mencapainya, apa prioritasnya, dan bagaimana setiap kebijakan akan diterjemahkan menjadi investasi, lapangan kerja, serta peningkatan produktivitas,” kata Fakhrul.

Menurut Fakhrul, tantangan terbesar ke depan bagi pemerintah Indonesia bukan lagi merumuskan visi pembangunan, melainkan memastikan visi tersebut dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang konsisten dan dapat diprediksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:26 WIB

FIAD Kritik Keras Pidato Kenegaraan Prabowo, Dinilai Hanya Simbol Populisme

FIAD Kritik Keras Pidato Kenegaraan Prabowo, Dinilai Hanya Simbol Populisme

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:21 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Terkini

Mobilitas Makin Fleksibel, BRI Infinite Prioritas Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles

Mobilitas Makin Fleksibel, BRI Infinite Prioritas Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles

Jabar | Rabu, 30 September 2026 | 16:31 WIB

Tak Ada Unsur Pidana, Polisi Simpulkan Sutrimo Meninggal karena Sakit Jantung

Tak Ada Unsur Pidana, Polisi Simpulkan Sutrimo Meninggal karena Sakit Jantung

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:30 WIB

Rupiah Unjuk Gigi Paling Kuat se-Asia ke Level Rp17.894/USD

Rupiah Unjuk Gigi Paling Kuat se-Asia ke Level Rp17.894/USD

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:30 WIB

Ulasan Memburu Pemangsa: Drama Horor Mencekam dengan Pesan Moral yang Kuat

Ulasan Memburu Pemangsa: Drama Horor Mencekam dengan Pesan Moral yang Kuat

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 16:30 WIB

BMKG Bunyikan Alarm Dini Peringatan Hujan di Jabodetabek Hari Ini

BMKG Bunyikan Alarm Dini Peringatan Hujan di Jabodetabek Hari Ini

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:29 WIB

Bangunan Mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong Dibongkar

Bangunan Mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong Dibongkar

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 16:26 WIB

Synchronize Fest 2026 Kembali ke Semangat Gerakan, Sambut Generasi Baru

Synchronize Fest 2026 Kembali ke Semangat Gerakan, Sambut Generasi Baru

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 16:26 WIB

RI Butuh Investasi, Suahasil Mulai Andalkan Danantara Tahun Depan

RI Butuh Investasi, Suahasil Mulai Andalkan Danantara Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:26 WIB

Bukan Diracun? Tim Forensik Temukan Kafein Tinggi Picu Penyakit Jantung di Jasad Sutrimo

Bukan Diracun? Tim Forensik Temukan Kafein Tinggi Picu Penyakit Jantung di Jasad Sutrimo

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:25 WIB

Heboh Proyek Film 'Damako': Angkat Tragedi Bom Hiroshima hingga Mundurnya WOODZ dan Shim Eun Kyung

Heboh Proyek Film 'Damako': Angkat Tragedi Bom Hiroshima hingga Mundurnya WOODZ dan Shim Eun Kyung

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 16:25 WIB

×