- Timnas Jerman tersingkir dari babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti 4-3 melawan Paraguay.
- Kapten Joshua Kimmich kesulitan mencari eksekutor penalti karena sejumlah pemain menolak maju mengambil tanggung jawab krusial tersebut.
- Kekalahan ini mematahkan rekor sempurna Jerman dalam adu penalti di sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Suara.com - Tersingkirnya Timnas Jerman dari Piala Dunia 2026 ternyata menyisakan cerita mengejutkan. Di balik kekalahan dramatis dari Paraguay melalui adu penalti, muncul laporan bahwa sejumlah pemain Der Panzer enggan mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor.
Jerman harus mengakhiri langkahnya pada babak 32 besar setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Laga kemudian ditentukan lewat adu penalti yang dimenangi Paraguay dengan skor 4-3.
Namun, momen paling mencuri perhatian terjadi ketika adu penalti memasuki penendang keenam. Alih-alih langsung menunjuk eksekutor, skuad Jerman justru dikabarkan diliputi kebingungan karena beberapa pemain memilih mundur dari tanggung jawab tersebut.
Kimmich Kesulitan Mencari Eksekutor Penalti
![Pemain Timnas Jerman, Joshua Kimmich (kanan) tampil di Euro 2024. [Tobias SCHWARZ / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/07/04/31015-joshua-kimmich-timnas-jerman-euro-2024.jpg)
Media Jerman, Bild, melaporkan bahwa kapten tim Joshua Kimmich harus berusaha mencari pemain yang bersedia maju untuk mengambil tendangan berikutnya.
Dalam laporan tersebut, Kimmich bahkan dua kali meminta Leon Goretzka menjadi algojo penalti. Namun, gelandang yang masuk sebagai pemain pengganti itu disebut memilih menolak.
Tak hanya Goretzka, beberapa pemain lain seperti Waldemar Anton, Nathaniel Brown, hingga Malick Thiaw juga dikabarkan enggan mengambil penalti pada situasi genting tersebut.
Karena tidak ada rekan setim yang bersedia maju, Jonathan Tah akhirnya mengambil tanggung jawab sebagai penendang keenam Jerman.
Sayangnya, keputusan itu justru menjadi awal petaka bagi Der Panzer. Tendangan Tah melambung di atas mistar gawang sehingga gagal menghasilkan gol dan membuka peluang Paraguay mengakhiri pertandingan.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh Jose Canale. Bek Paraguay itu sukses menjalankan tugasnya sebagai penendang keenam dan memastikan kemenangan 4-3 dalam adu penalti sekaligus mengantarkan Los Guaranies lolos ke babak 16 besar.
Rekor Sempurna Jerman Akhirnya Runtuh
Kekalahan ini juga menjadi catatan kelam bagi sepak bola Jerman. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, Der Panzer gagal memenangi adu penalti.
Sebelumnya, Jerman dikenal sebagai tim dengan rekor sempurna dalam empat adu penalti di Piala Dunia. Mereka sukses mengalahkan Prancis pada 1982, Meksiko pada 1986, Inggris pada 1990, serta Argentina pada 2006.
Rekor impresif yang bertahan selama puluhan tahun itu akhirnya runtuh di Piala Dunia 2026. Ironisnya, kekalahan tersebut bukan hanya mengakhiri langkah Jerman lebih cepat dari perkiraan, tetapi juga diwarnai laporan mengenai adanya pemain yang enggan menjadi eksekutor penalti.
Situasi ini dipastikan akan menjadi bahan evaluasi besar bagi Der Panzer. Selain performa tim yang gagal memenuhi ekspektasi sebagai salah satu kandidat juara, sorotan kini juga mengarah pada mental para pemain serta keputusan pelatih Julian Nagelsmann dalam menghadapi momen-momen krusial di turnamen.
